Dari Sinthaweechai Hathairattanakool Hingga Yanto Basna, Peran Pembocor Tak Punya Pengaruh Besar

Komentar()
PSSI
Tak semua tim yang memiliki mata-mata bakal selalu menang.

Akhir-akhir ini istilah "mata-mata" kerap diberikan kepada beberapa pemain timnas yang berkarier di negara lawan. Contohnya saja jelang laga Indonesia vs Thailand di mana Yanto Basna dan Victor Igbonefo diharapkan bisa menjadi pembocor kekuatan lawan lantaran keduanya berkarier di Liga Thailand.

Selain Igbonefo dan Basna, Sang Pangeran Bali United yakni Irfan Bachdim juga boleh dianggap sebagai mata-mata, karena dia juga sempat berkiprah di negara Gajah Putih tersebut pada 2013 bersama Chonburi dan Sriracha.

Pelatih timnas Indonesia, Simon McMenemy berujar jika para anak asuhannya yang sedang atau pernah bermain di Liga Thailand itu sangat membantu dalam persiapan melawan Thailand.

Igbonefo, Basna, dan Bachdim diungkapkan Simon memberi beberapa masukan tentang karakter dari timnas Thailand berdasarkan pengalaman mereka.

"Mereka membantu [Igbonefo dan Basna], Irfan Bachdim juga. Soal mentalitas gaya permainannya juga. Mainnya mungkin tak beda tapi pelatihnya baru," kata McMenemy, Minggu (8/9).

Bagaimana dengan Thailand? Untuk skuad yang dibawa saat ini ke Jakarta, Thailand tidak memiliki pemain yang pernah berkarier lama di Indonesia. Ini berarti Thailand tidak punya mata-mata atau pembocor.

Sebelumnya, memang ada beberapa pemain Thailand yang berkarier di Indonesia kemudian terlibat pada laga Indonesia vs Thailand. Seperti salah satunya eks-kiper Persib Bandung, Sinthaweechai Hathairattanakool pada 2010 yang turun sebagai starting line-up.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

Tapi percayalah, tak semua tim yang miliki mata-mata akan selalu menang...

Contoh terdekat adalah laga terakhir Indonesia. Saat melawan Malaysia, tercatat ada lima pemain yang pernah mencicipi Liga Malaysia tapi nyatanya Indonesia harus bertekuk lutut di kandang dari Malaysia.

Pun saat 2010, ketika Thailand punya Sinthaweechai yang bermain di Persib. Changsuek harus mengakui keunggulan Christian Gonzales dkk di Jakarta kala itu.

Tutup