Pekan lalu pencinta sepakbola Indonesia dikejutkan dengan pernyataan PSSI, yang menyebutkan bahwa mereka menarik mundur timnas dari ajang Piala AFF U-23 karena Covid-19.
Keputusan pahit tersebut diambil oleh PSSI setelah ada tujuh pemain dan ofisial tim Garuda Muda dinyatakan positif Covid-19.
Tetapi, pengamat sepakbola Indonesa Tommy Welly atau yang akrab dikenal Bung Towel memberikan pernyataan sarkas, dengan menyinggung persoalan salah ketik hasil PCR yang dialami oleh tim Liga 1 Persela Lamongan saat berhadapan dengan Persebaya Surabaya, pekan lalu.
"[Mundurnya timnas Indonesia dari Piala AFF U-23] jelas sangat memalukan, sangat mengecewakan dan menyedihkan. Ini menunjukkan betapa buruknya manajemen pengelolaan timnas," ungkap Bung Towel dalam saluran YouTubenya yang bernama GOCEK BUNGTOWEL.
"Saya berharap semoga pemain timnas, ada tujuh pemain timnas yang positif covid, semoga itu bukan salah ketik. Jadi kalau tidak salah ketik, ya semoga cepat pulih, cepat sembuh dan kembali bermain bola, memperkuat klub dan program timnas bisa berjalan dengan semestinya."
"Tapi yang pasti saya berharap itu bukan salah ketik."
Bung Towel menegaskan bahwa PSSI seharusnya memberikan proteksi lebih lagi untuk para pemain yang sedang TC di Bali, mengingat Liga 1 juga sedang dilaksanakan di sana.
Menurutnya, tim Garuda Muda terpapar Covid-19 karena kelalaian PSSI sendiri, yang menyebabkan anak asuh Shin Tae-yong juga terkena imbasnya.
Selain itu, Bung Towel mengklaim bahwa Piala AFF U-23 ini bisa menjadi persiapan bagi Tae-yong untuk mematangkan skuad menuju Sea Games pada Mei mendatang.
"Ketika Liga 1 di Bali, begitu banyak pemain Liga 1 yang terpapar Covid, positif Covid, harusnya segera ada upaya antisipasi, ada upaya proteksi terhadap timnas U-23 yang juga TC di sana," tambahnya.
"Padahal jelas sekali keberangkatan sudah sangat mepet ke Kamboja. Dan akhirnya keputusannya menurut saya sangat memalukan, bahwa timnas U-23 gagal berangkat karena ada tujuh pemain yang positif Covid, ada empat yang harus inkubasi karena sekamar dengan pemain yang positif itu dan ada juga tiga pemain yang cedera."
"Menurut saya ini menjadi sangat memalukan, sangat mengecewakan kita sebagai publik insan bola yang ingin menyaksikan timnas U-23, yang targetnya sejak awal adalah juara Piala AFF U-23."
"Piala AFF U-23 Februari ini padahal bisa jadi persiapan yang sangat penting untuk menghadapi bulan Mei nanti, yang targetnya juga emas."
"Dengan seperti ini, secara sepakbola, secara strategis timnas Indonesia mengalami kerugian besar, karena bagaimana kita menutupi kekurangan itu?"
"Event bobotnya jelas berbeda dengan pertandingan biasa atau pertandingan uji coba atau friendly match meski itu di FIFA matchday."
