Bernardo Tavares - PSM MakassarPiala Presiden

“Indonesia Bukan Korea Utara” - Bernardo Tavares Heran Fans PSM Makassar Dilarang Ke Pakansari

Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares mengkritik kebijakan yang melarang fans Juku Eja tidak diizinkan memberikan dukungan langsung di Stadion Pakansari saat menghadapi Persib Bandung, Selasa (14/2) sore WIB.

Pertandingan ini awalnya direncanakan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Namun panitian pelaksana (panpel) pertandingan Persib kembali terbentur perizinan, sehingga dipindah ke Stadion Pakansari. Hanya saja, dengan alasan keamanan, suporter tim tamu tidak diperkenankan hadir.

Kebijakan itu membuat Tavares kecewa. Tavares mengatakan, selama ini suporter PSM tidak pernah membuat ulah, sehingga ia merasa heran dengan adanya larangan itu. Menurut Tavares, kondisi seperti ini mengingatkan pengalamannya saat bermain di Korea Utara.

“Saya kira Indonesia bukan negara seperti Korea Utara. Di sana tidak mengizinkan suporter dan orang lain masuk ke stadion tim tuan rumah. Saya dua kali bermain di Korea Utara di Piala AFC yang disaksikan sekitar 100 ribu suporter mereka, sedangkan kami hanya pemain dan staf,” tutur Tavares.

“Indonesia negara yang mempunyai gairah terhadap sepakbola, dan suporternya fantastis. Ini adalah olahraga di mana suporter bisa datang mendukung, serta memberikan energi tambahan bagi pemain dan tim.”

“Jadi tolong jelaskan kepada saya, kepada suporter kami, kenapa? Selama ini mereka berbuat baik, memberikan perlakuan yang baik terhadap suporter lain, tapi malah diperlakukan seperti ini.”

Pertemuan antara Persib dan PSM diperkirakan bakal berlangsung dengan tensi tinggi, mengingat hasil akhir akan memberikan pengaruh terhadap posisi kedua tim di klasemen sementara, dan tak menutup kemungkinan menjadi penentuan gelar juara.

Saat ini PSM berada di peringkat kedua klasemen sementara dengan 47 poin, unggul satu angka dibandingkan Persib yang berada di posisi ketiga. Namun Persib mempunyai satu pertandingan sisa lebih banyak dibandingkan PSM.

“Saya berharap pertandingan besok dipimpin dengan adil. Siapapun yang keluar jadi pemenangnya tanpa bantuan dari siapapun, dan tanpa ada pengaruh dari siapapun. Mereka yang terbaik akan menang, dan tim yang kalah masih bisa menegakkan kepala,” tutur Tavares.

Iklan
0