Thomas Muller, Jude Bellingham, Indonesia FansGetty Images

Wow! Indonesia Bikin Takjub Bundesliga Jerman Karena Hal Ini

Sebagai negara kuat di sepakbola dengan pembinaan terstruktur rapi, Jerman dan Bundesliga-nya amat layak jadi salah satu kiblat bagi Indonesia untuk bergerak ke arah yang lebih baik.

Baru-baru ini, liga elite Eropa tersebut bahkan memberikan kontribusi langsung dengan meresmikan Bundesliga Common Ground (BCG) di Jakarta, Februari lalu. BCG merupakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan sekaligus komitmen Bundesliga untuk berperan serta dalam perkembangan sepakbola Indonesia di level akar rumput.

Sementara banyak yang bisa kita pelajari dari sepakbola Jerman, rupanya pihak Bundesliga sendiri juga takjub dengan antusiasme tinggi dan kecintaan publik Tanah Air pada sepakbola.

GOAL Indonesia berkesempatan melakukan wawancara tertulis dengan Peer Naubert selaku Kepala Pemasaran Internasional Bundesliga dan bertanya kira-kira dalam hal apa Indonesia lebih unggul dari Jerman.

"Indonesia memiliki kecintaan yang 'liar', penuh semangat, dan natural terhadap permainan ini, dan kami menikmati dukungan intens dari mereka kapan pun kami berkunjung ke sini [Indonesia] dan fans tak tanggung-tanggung dalam mengerahkan dukungan mereka pada klub favorit, baik domestik maupun Eropa, dan itu hal yang menakjubkan untuk dilihat," tutur Naubert.

"Berdasarkan hal itu, kami melihat potensi besar untuk mengembangkan lebih lanjut sepakbola di Indonesia dan kami antusias mengetahui ambisi yang tertera pada manifesto terbaru PSSI."

"Kami bersemangat untuk bekerja dengan pemangku kepentingan sepakbola Indonesia di kawasan ini, untuk mendukung lebih jauh pertumbuhan sepakbola di sini dengan kolaborasi-kolaborasi di masa datang," imbuhnya.

Mario Götze Daichi Kamada Frankfurt 10012022(C)Getty Images

Negara-negara seperti Italia dan Spanyol telah mengambil terobosan dengan menggelar ajang Piala Super di mancanegara.

Edisi terbaru Supercoppa Italiana mentas di Arab Saudi setelah sebelumnya pernah dipertandingkan di Tiongkok dan Qatar, sementara Supercopa de Espana belakangan rutin digelar pula di Saudi dan pernah berlangsung di Maroko.

Naubert menegaskan Bundesliga belum berencana mengikuti langkah serupa, tetapi sangat terbuka dengan kans melakukan tur pramusim ke Asia.

"Kami tahu ada ketertarikan besar dari negara-negara di seluruh dunia untuk menggelar laga semacam itu, namun tak ada rencana untuk Supercup dimainkan di luar Jerman," katanya.

Weidenfeller 2014Getty

"Akan tetapi, saat ini tengah berlangsung diskusi untuk tur dan laga-laga pramusim berikutnya, dan saya yakin kita akan melihat beberapa klub kami kembali ke Asia dalam waktu dekat."

"Klub-klub dan legenda kami selalu berusaha mengunjungi langsung fans di Asia, seperti yang telah dilakukan Borussia Dortmund [ke Asia Tenggara] dan Eintracht Frankfurt [ke Jepang] pada November 2022."

"Sangat disayangkan Dortmund tak bisa datang ke Indonesia karena situasi tragis yang terjadi [tragedi Kanjuruhan], tapi kami tahu ada ketertarikan besar dari kedua belah pihak bagi Bundesliga untuk datang ke Asia," tandasnya.

Iklan