Pelatih Timor Leste U-23 Fabio Maciel da Silva langsung menebar perang urat syaraf menjelang pertandingan pertama cabang sepakbola di SEA Games 2021 dengan menyatakan Indonesia dan Vietnam bukan tim terkuat.
Timor Leste masuk ke dalam Grup A bersama Vietnam, Indonesia, Myanmar, dan Filipina. Dibandingkan kontestan lainnya, Vietnam dan Indonesia merupakan tim favorit di multievent dua tahunan se-Asia Tenggara ini.
Walau begitu, Maciel menegaskan tidak gentar saat melawan Vietnam dan Indonesia dengan status Timor Leste sebagai tim underdog. Bahkan Maciel meyakini Timor Leste bakal lolos dari fase grup.
“Saya pikir Indonesia dan Vietnam bukan tim terkuat [di grup]. Saya juga tidak yakin kalau mereka akan lolos dari fase grup. Sepakbola dimainkan di lapangan, dan kami tentunya bisa membuat kejutan,” tegas Maciel dilansir laman resmi federasi sepakbola Vietnam (VFF).
“Dalam delapan pertandingan terakhir, kami menghadapi Kamboja, Korea Selatan, Filpina, Vietnam, dan kami hanya kalah dari Korea. Vietnam U-23 juga hanya bermain imbang 0-0 dalam pertandingan resmi melawan Timor Lester U-23.”
“Kami percaya dengan kekuatan pemain kami. Kami punya kemampuan untuk menembus ke semi-final. Saya paham Vietnam dan Indonesia tim kuat, tapi saya yakin dengan kekuatan kami. Saya hanya mengkhawatirkan masa recovery pemain.”
“Banyak orang yang tidak percaya kami bisa memperlihatkan permainan bagus, namun saya optimistis dengan kemampuan Timor Leste pada turnamen kali ini. Lawan terberat kami hanya waktu dan jadwal.”
Berbeda dengan Maciel, pelatih Filipina Norman Fegidero menganggap Indonesia dan Vietnam sebagai tim favorit. Namun itu tidak menyurutkan ambisi mereka untuk berlaga di empat besar.
“Vietnam dan Indonesia merupakan dua tim terkuat di grup. Tapi Filipina juga mendapatkan kemajuan. Saya yakin Filipina mempunyai banyak kesempatan untuk masuk ke babak berikutnya,” ujar Fegidero.
Sementara Myanmar hanya berusaha memperlihatkan permainan terbaik, dan tampil tanpa beban. Pelatih Velizar Popov mengatakan, anak asuhnya merasa nyaman untuk bermain bagus di ajang ini.
“Kami merasa nyaman, karena bermain tanpa tekanan untuk mempertahankan medali atau meraihnya. Karena itu, pemain bisa tampil makismal dengan semangan tinggi. Kami menaruh hormat kepada tim lain di grup, dan berusaha mendapatkan poin sebanyak mungkin,” imbuh Popov.
