Kandasnya pembentukan Liga Super Eropa (ESL) tidak serta-merta membuat Ilkay Gundogan senang.
Pilar lini tengah Manchester City itu menganggap format baru Liga Champions hanya "kejahatan yang lebih ringan" ketimbang ESL, dan sama-sama berpotensi merugikan pemain dengan jadwal pertandingan yang kian padat.
Awal pekan ini jagat sepakbola diguncangkan wacana Liga Super, ajang baru yang diprakarsai 12 klub kaya Eropa, termasuk Man City. Para penggemar dan pakar nyaris satu suara menolak keberlangsungan kompetisi tersebut.
Di tengah panasnya isu seputar ESL, UEFA merilis pengumuman tentang struktur baru Liga Champions, yang Gundogan yakini tidak jauh berbeda dari ESL dalam hal peningkatan jumlah pertandingan.
Gelandang tim nasional Jerman ini mencuit di Twitter: "Melihat ramainya pembicaraan seputar Liga Super... bisakah kita juga berbicara tentang format baru Liga Champions?"
"Pertandingan semakin banyak, apakah tidak ada yang memikirkan kami para pemain?"
"Format Liga Champions baru cuma kejahatan yang lebih ringan dibanding Liga Super..."
"Format Liga Champions yang sekarang berjalan dengan bagus dan itulah kenapa ia merupakan kompetisi klub paling tersohor di dunia - bagi kami para pemain dan bagi para penggemar," imbuhnya dalam cuitan lanjutan.
UEFA mengumumkan bahwa kompetisi teratas Eropa tersebut akan berkembang dari diikuti 32 tim menjadi 36, Senin (19/4) lalu. Format tersebut akan mulai diterapkan pada tahun 2024.
Fase grup akan digantikan oleh liga tunggal yang diikuti oleh semua peserta, dengan delapan peringkat tertinggi otomatis lolos ke babak gugur.
Tim yang finis di peringkat kesembilan hingga 24 akan memperebutkan delapan slot sisanya dalam play-off dengan dua leg, sementara babak gugur tetap mengikuti format saat ini.
Prancis juga diberi tambahan satu tempat kualifikasi, sehingga lima terbaik dari Ligue 1 akan mendapatkan hak untuk berlaga di Liga Champions setiap tahunnya.


