OLEH MUHAMMAD RIDWAN
Ilija Spasojevic, menjadikan pemusatan latihan (TC) timnas Indonesia U-23 sebagai pelarian atas kegagalan meraih gelar Piala Presiden 2018. Ia mengaku sedih Bali United tak dapat meraih gelar tersebut.
Serdatu Tridatu gagal menjadi juara Piala Presiden 2018, setelah di laga final takluk dari Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (17/2). Bali United kalah tiga gol tanpa balas.
Usai laga final dilakukan, Spaso tak mendapatkan waktu istirahat yang panjang. Sebab, satu hari setelahnya, TC timnas Indonesia U-23 yang digelar di Lapangan ABC, Senayan, mulai dilangsungkan.
Meski lelah, eks Bhayangkara FC tersebut mengaku sangat gembira bisa menjalani TC. Menurutnya, berseragam Merah Putih merupakan suatu kebanggaan yang tak bisa dinilai harganya.
"Kembali ke timnas luar biasa, apalagi saya baru saja sedih dan kecewa kalah di final. Ini membantu saya dan memotivasi saya. Walau hanya TC, saya merasa sangat senang di sini seperti kembali ke keluarga," ucap Spaso.
Penyerang naturalisasi tersebut melanjutkan, kalau mempunyai peran baru di timnas Indonesia U-23. Spaso menyatakan dipercaya menjadi alih bahasa buat rekan satu timnya saat Luis Milla, berbicara.
Ini lantaran, Spaso yang sudah bisa berbahasa Indonesia juga fasih berbicara Spanyol. Makanya, ia sering kali menerjemahkan kata-kata yang disampaikan ketika latihan digelar.
"Pelatih kadang minta saya, jadi saya lakukan itu dengan baik," ucap pesepakbola berusia 30 tahun tersebut.


