Tepat hari ini, Senin (17/8), Republik Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75. Penyerang Bali United Ilija Spasojevic, mengaku bangga bisa menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
Spaso mengaku sudah lama berhasrat untuk berpindah kewarganeraan dari Montenegro, menjadi Indonesia. Ia merasa senang sekali karena mendapat sambutan hangat semenjak berkarier di Tanah Air.
"Ya, saya pikir ketika mulai berkarier di Indonesia, semua orang ramah dengan saya. Semua orang tersenyum dan saling membantu. Pada waktu itu Tahun 2012 saya memutuskan bahwa saya mau menjadi warga negara Indonesia. Hingga akhirnya tahun 2017, saya resmi menjadi warga negara Indonesia," ujar Spaso dikutip laman resmi klub.
"Tahun 2017 tentu momen spesial untuk saya dan keluarga karena sudah menjadi bagian dari Indonesia. Kedua anak saya yang lahir bukan di Indonesia, saya arahkan untuk menjadi 100 persen orang Indonesia. Indonesia sudah seperti rumah untuk saya dan keluarga," Spaso menambahkan.
Pesepakbola berusia 32 tahun tersebut berharap anak laki-lakinya Dragan Spasojevic, mengikuti jejaknya untuk membela timnas Indonesia. Ia merasa bangga bila keinginannya bisa terwujud.
Abi Yazid / Goal"Saya melihat semboyan negara Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika sepeti Unity in Diversity. Saya suka cara hidup seperti itu. Saya datang dari negara yang terpecah dan melihat Indonesia berbeda. Banyak agama, suku, budaya, pulau, bahasa dan perbedaan lainnya. Tapi semua perbedaan itu menjadi satu dalam merah putih," ucapnya.
Spaso, menjalani debutnya bersama timnas Indonesia saat laga persahabatan melawan Suriah U-23. Sayang, dalam pertandingan itu skuad Garuda takluk dengan skor 1-0 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, 18 November 2017.
Semenjak itu, setiap ada pemusatan latihan atau laga timnas Indonesia Spaso hampir selalu mendapat panggilan. Hal tersebut tak lepas dari performa impresif yang diperlihatkannya.
Terbaru eks Bhayangkara FC itu, mendapat panggilan saat timnas Indonesia menggelar pemusatan latihan (TC) di Stadion Madya, Senayan. Akan tetapi, ia tidak bisa ambil bagian karena mengurus anak perempuannya di Bali, yang mengalami patah tangan.


