Muhammad Riyandi - Timnas Indonesia U-19Goal Indonesia/ Ahmad Reza Hikmatyar

Cedera Muhammad Riyandi Jadi Kasus Terberat Dokter Timnas Indonesia U-19


LAPORAN AHMAD REZA HIKMATYAR    DARI YANGON    Ikuti @rezahikmatyar di twitter

Timnas Indonesia U-19 harus kehilangan satu penggawa andalannya dalam perjuangan mereka di Piala AFF U-18 2017. Adalah sang kiper utama, Muhammad Riyandi, yang terpaksa dicoret karena alami cedera anterior cruciate ligament (ACL) plus tear meniscus di lutut kanannya.

Menanggapi cedera penjaga gawang berusia 17 tahun tersebut, dokter Timnas U-19, Ifran Akhmad, lantas teringat dengan kasus Daffa Aldiansyah yang nyaris serupa. Daffa yang sempat masuk seleksi Garuda Nusantara diterpa cedera ACL hingga harus menjalani proses pemulihan lebih dari empat bulan

SIMAK JUGA: Piala AFF U-18 2017 Berakhir Untuk Riyandi

Meski begitu Ifran kemudian memandang jika cedera Riyandi bisa jadi kasus terberat yang pernah ditanganinya, sebagai dokter Timnas U-19. Kesimpulan sementara itu diambi mekanisme awal penanganan cedera yang sudah dilakukannya.

Ifran Akhmad

"Cedera paling berat yang pernah saya tangani itu ACL. Korbannya Daffa ketika kami bermain di Bekasi. Kami tangani dia dari awal sampai tahap operasi dan sampai sekarang sudah empat bulan [proses pemulihan]," buka Ifran pada Goal Indonesia.

SIMAK JUGA: PSSI Tanggung Semua Biaya Pengobatan Riyandi

"Kasus RIyandi ini hampir sama dengan kasusnya Daffa, karena langsung diterpa dua cedera di meniskus dan ACL-nya. Hanya saja kalau dilihat dari mekanisme yang sudah dilakukan, bisa jadi RIyandi lebih berat. Bisa jadi sama aja, bisa jadi lebih berat.

"Bagusnya dukungan dari PSSI untuk penanganan medis macam ini sudah sangat maksimal, sudah sangat sesuai dengan standar. Tidak pernah kami mengajukan keluhan, tidak ada masalah," pungkasnya.

Iklan