Perlahan tapi pasti Ole Gunnar Solskjaer, telah mengembalikan 'DNA' atau identitas Manchester United. Ia berani menerapkan permainan menyerang dan tak takut mengambil risiko dengan strategi yang dipakainya.
Solskjaer sudah berulang kali menyinggungnya selama dua setengah tahun masa kepemimpinannya di Old Trafford. Tidak cuma membuat suporter memberikan dukungan atau permainan kolektif terhadap timnya, ia benar-benar mengubah bentuk Manchester United.
Manchester United terus menunjukkan perkembangan yang baik seperti yang diinginkan Solskjaer. Permainan taktis yang tidak ribet diusungnya dalam setiap pertandingan yang dilakoni.
Dalam beberapa musim terakhir, Liga Primer Inggris didominasi oleh manajer yang bermain mengandalkan penguasaan bola. Sentuhan satu-dua, dan memanfaatkan luas lapangan menjadi andalan menyerang lawan.
Tren tersebut tak membuat Solskjaer, terbawa. Sosok asal Norwegia itu lebih menginginkan pemain Manchester United, tampil apa adanya dan memecah permasalahan yang kerap kali melanda saat pertandingan digelar.
Keadaan ini yang menyebabkan Manchester United sering kesulitan ketika berhadapan dengan lawan yang menerapkan pertahanan berlapis. Sementara Manchester City dan Liverpool yang menguasai Liga Primer Inggris pada beberapa musim terakhir, bisa tampil lebih efisien untuk mengoyak lini belakang lawannya.
Sering kali Fred dan Scott McTominay, bermain tidak bagus dalam menjaga lini tengah Manchester United. Tapi nyatanya mereka memegang peran dalam kemenangan Setan Merah atas Leeds United 5-1, pada laga perdana Liga Primer Inggris musim ini.
Getty/GoalKemenangan telak tersebut seolah mengingatkan masa kejayaan Manchester United di bawah asuhan Alex Ferguson. Semua pemain tampil penuh percaya diri, ditambah aliran bola yang lancar dan tak takut melakukan tembakan saat ada kesempatan seperti membayangkan serangan itu dilakukan Wayne Rooney, Robin van Persie, Ruud van Nistlerooy, Andy Cole, atau Solskjaer sendiri.
Leeds, tentu saja, adalah lawan yang ideal untuk pendekatan Solskjaer yang fokus pada transisi ini. Tekanan tinggi man-to-man Marcelo Bielsa dan pengosongan lini tengahnya untuk mengungguli jumlah lawan di sisi sayap menciptakan ruang serangan balik yang sangat besar untuk klub-klub seperti Manchester United.
Catatan taktis yang paling penting dari permainan ini penempatan Paul Pogba. Solskjaer, menaruh pemain Prancis itu di sebelah kiri tetapi menggesernya ke ruang No.10 untuk bergabung dengan Bruno Fernandes dan membanjiri serangan Leeds melalui tengah.
Kadang-kadang Manchester United, melakukan transisi cepat ketika memotong bola dengan mengandalkan tiga pemain di lini tengah. Kemenangan besar tersebut membuktikan permainan Setan Merah sudah oke, tapi masih terlalu dini membicarakan kans juara.
Keterampilan manajemen dan motivasi Solskjaer yang luar biasa akan menjadi penting untuk setiap tantangan gelar. Momentum kemenangan dan permainan impresif yang diterapkan harus tetap dijaga hingga akhir musim.
Getty ImagesPenandatanganan Jadon Sancho, ditambah dengan peningkatan penting Mason Greenwood, juga memberi Manchester United keunggulan yang lebih tajam di sepertiga akhir. Cukup untuk menembus pertahanan lawan yang lebih dalam.
Situasi Solskjaer di Old Trafford sedikit mirip dengan Zinedine Zidane di Real Madrid, dengan fokus pada soliditas pertahanan dan manajemen kepribadian sementara gol diurus oleh pemain Galactico. Sancho cocok dengan deskripsi itu, dan Greenwood akan segera membantunya.
Tapi terlalu dini untuk terbawa suasana dan masih ada beberapa kekurangan penting di Manchester United yang mungkin menghalangi perebutan gelar. Kesalahan kecil yang masih terlihat perlu diperbaiki.
Solskjaer sangat membutuhkan gelandang tengah seperti Fabinho yang kuat bertahan dan mahir mendorong bola ke depan. Terutama jika ia berencana, untuk memainkan Pogba dan Bruno Fernandes bersamaan.


