Mauro Icardi membeberkan alasan besar di balik keputusan meninggalkan Inter Milan dan bergabung dengan Paris Saint-Germain pada musim panas ini.
Striker 26 tahun asal Argentina tersebut mengakhiri ikatan dengan Nerazzurri setelah dipinjam PSG untuk musim 2019/20 secara penuh dengan opsi pembelian permanen €70 juta.
Di musim terakhirnya membela Inter, bumbu kontroversi tentang perpanjangan kontrak mewarnai perjalanan Icardi. Setelah sempat dicopot sebagai kapten oleh pelatih sebelumnya, Luciano Spalletti, puncaknya musim ini ia kehilangan tempat setelah tidak masuk skema juru taktik anyar, Antonio Conte.
"Saya mencapai tahun ketujuh bersama Inter, impian saya adalah bermain di Liga Champions bersama Inter, itu terwujud," buka Icardi kepada Canal+.
"Kami sulit juara. Kami tidak menjuarai apa pun tapi saya bertahan, saya mencetak banyak gol."
"Dan ini merupakan waktu bagi saya untuk bermain bersama tim juara. Bergabung dengan tim yang punya banyak sekali pemain hebat adalah yang saya inginkan."
"Saya baru bergabung, tapi ketika Anda bergabung dengan sebuah opsi [untuk bertahan secara permanen], Anda mencoba untuk menunjukkan permainan terbaik agar dibeli. Jadi, kita lihat musim panas tahun depan."




