Zlatan Ibrahimovic statue 2019Getty

Usai Dibakar & Digergaji, Kini Ganti Hidung Patung Zlatan Ibrahimovic Dipotong

Patung Zlatan Ibrahimovic yang terletak di kampung halamannya, Malmo, kembali dirusak untuk kesekian kalinya setelah muncul kabar investasi yang dilakukan sang pemain di klub Hammarby IF.

Ibrahimovic memulai karier bersama raksasa Swedia, Malmo FF, sebelum hengkang pada 2001 untuk pergi ke Ajax dan kemudian berpetualang bersama sejumlah klub besar di antaranya Juventus, Inter Milan, Barcelona, AC Milan, Paris Saint-Germain, Manchester United hingga LA Galaxy.

Setelah membuat 116 penampilan bersama tim nasional Swedia, dan mengemas 62 gol, ia diakui sebagai salah satu olahragawan paling ternama di Swedia dan fans Malmo berharap ia bakal kembali ke klub asalnya dalam kapasitas tertentu pada akhir kariernya.

Namun yang terjadi sebaliknya, Ibrahimovic membeli sekitar 23.5 persen saham Hammarby, klub yang sedang naik daun dan finis ketiga di Allsvenskan, atau liga utama Swedia musim lalu. Hammarby menutup musim di belakang Malmo karena kalah selisih gol dan hanya berjarak satu poin dari usaha memenangkan gelar juara kedua sepanjang sejarah.

Keterlibatan Ibrahimovic di Hammarby tidak mendapat sambutan baik dari fans Malmo, yang merupakan klub rival. Patung dirinya di Malmo, yang diresmikan pada Oktober lalu, telah berulang kali dirusak oknum-oknum fans Malmo, yang melakukan pembakaran, menggergaji kaki, hingga yang terkini memotong bagian hidungnya.

Bahkan, coretan bernuansa rasisme juga disemprotkan ke permukaan tanah di dekat patung tersebut. Pihak kepolisian Swedia mengonfirmasi telah menyelidiki insiden itu, dengan juru bicara Jimmy Modin mengatakan kepada Sportbladet: "Kami berada di lokasi, ada patroli dan kami sedang menyusun laporan. Kami akan melihat apa yang akan mereka lakukan tapi belum ada satu pun yang ditangkap atau menjadi tersangka."

Peter Linde, seniman pembuat patung Ibrahimovic meminta para pelaku untuk menghentikan aksi perusakan: "Orang-orang bertindak seperti sedang berperang, namun ini bukan perang, ini tentang sepakbola. Sangat gila sehingga orang-orang tidak bisa menghargai bahwa Zlatan punya kebebasan."

"Saya ingin patung tersebut diperbaiki dan dipulihkan, dan bagi mereka yang melakukan ini semoga menyadari betapa bodohnya mereka."

Iklan
0