AC Milan v FC Internazionale - Serie AGetty Images Sport

Diterjemahkan oleh

Ibrahimović melancarkan serangan keras terhadap Koeman setelah Belanda tersingkir: Kalah dengan jati dirimu

Bintang Swedia Zlatan Ibrahimović melancarkan serangan keras terhadap Ronald Koeman dan menyalahkan pelatih tersebut sepenuhnya atas tersingkirnya tim nasional Belanda, dengan menegaskan bahwa Koeman telah mengabaikan identitas historis tim tersebut.

Ibrahimović tidak pernah ragu untuk mengungkapkan pendapatnya dengan jujur, baik saat masih menjadi pemain maupun kini di balik mikrofon. Ia menganalisis kegagalan Belanda dengan ketajaman yang sama seperti saat ia menghadapi setiap pertandingan, dan tidak membutuhkan banyak kata untuk merangkum apa yang ada di benaknya.

Legenda Swedia ini menjadi salah satu analis yang paling tajam dalam menyerang setelah Belanda tersingkir oleh Maroko. Segera setelah pertandingan berakhir, ia menyatakan di “Fox Network”—tempat ia bekerja sebagai analis bersama legenda sepak bola lainnya—dengan mengatakan: “Saya pikir kekalahan ini adalah kesalahan Koeman karena saya tidak mengenal tim Belanda ini.”

Kritik Ibrahimović melampaui sekadar pembahasan tentang strategi pertandingan tertentu; ia berpendapat bahwa Koeman telah meninggalkan segala hal yang secara historis menjadi ciri khas sepak bola Belanda dan mengubah tim menjadi sangat defensif, dengan mengatakan: “Mereka kalah dengan identitas yang bukan identitas Belanda, dan ini membuat saya marah. Kalah dengan identitasmu… itulah dirimu.”

Kritik ini menegaskan bahwa timnas Belanda tanpa alasan yang jelas telah meninggalkan gaya permainan yang membuatnya menjadi salah satu tim favorit, di mana tim tersebut dalam waktu yang lama mengabaikan penguasaan bola dan akhirnya hanya bertahan di dekat kotak penalti.

Timnas Belanda hanya menciptakan sedikit peluang jelas selama babak tambahan, sehingga menimbulkan kesan bahwa mereka lebih menunggu adu penalti daripada berusaha mencetak gol kemenangan.

Ibrahimović telah menunjukkan ketidakpuasannya terhadap apa yang ia lihat selama pertandingan, lalu kembali menyerang dengan penuh semangat selama babak tambahan, sambil berkata: “Dia tampak seperti pelatih Italia, bermain agar tidak kalah.”

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google