Jurgen Klopp yakin Ibrahima Konate adalah proyek dengan prospek besar. Liverpool ingin memastikan mereka tidak kekurangan orang di lini defensif. Tapi, apa sebenarnya yang bisa diharapkan fans dari sang bek baru?
Kepindahan bek asal Prancis ke Merseyside yang sudah lama dirumorkan akhirnya dikonfirmasi pihak klub pada Jumat (28/5). Kesepakatan dini guna memperbaiki unit pertahanan yang dihantam badai cedera dalam beberapa bulan terakhir.
Pada Liga Primer Inggris musim 2020/21, Klopp tercatat menggunakan hingga 16 kombinasi starter yang berbeda di jantung pertahanan. Gelandang Fabinho dan Jordan Henderson sekali waktu dipaksa untuk menggantikan teman-temannya yang absen. Virgil van Dijk, Joe Gomez, dan Joel Matip semuanya menepi dalam jangka panjang imbas cedera parah.
Duo bek muda, Nathaniel Phillips dan Rhys Williams, diperbantukan untuk mengatasi situasi kritis. Liverpool tentu tidak ingin riwayat terulang lantaran harus bergantung pada dua opsi yang belum teruji.
Kedatangan Ozan Kabak dan Ben Davies—yang belum bermain semenit pun sejak tiba dari Preston North End—pada Januari lalu terbilang sekadar tambalan sementara. Konate tentu lebih dari itu.
Pemain berusia 22 tahun itu adalah investasi berjenjang yang bisa berikan impak instan. Bagi Klopp, sang pemain mencentang semua kotak yang diperlukan untuk bermain di lini belakang timnya.
“Bersama Ibrahima, kami merekrut pemain yang akan menambah kualitas yang sudah kami miliki di sini. Atribut fisiknya sangat mengesankan. Dia cepat, dia sangat kuat, dan dia dominan di udara," ucap Klopp di Liverpoolfc.com.
"Dia datang setelah bermain lebih dari 90 kali untuk RB Leipzig di Bundesliga dan kompetisi antarklub Eropa. Saya yakin jumlah itu bisa lebih banyak andai tidak diaganggu sejumlah cedera. Meski begitu, dia sudah memiliki pengalaman tentang apa yang diperlukan untuk bersaing dalam dua kompetisi yang sangat sulit.”
“Dia bermain untuk tim di Liga Champions dalam pertandingan tekanan tinggi, yang memiliki visi sepakbola yang mirip dengan kami.”
"Saya yakin kami merekrut pemain yang bisa langsung klop bersama kami. Tapi dia adalah pemuda berusia 22 tahun yang masih punya ruang untuk berkembang karena potensi yang sangat besar. Saya tahu itu adalah sesuatu yang ingin dia kerjakan bersama kami, untuk menjadi pemain yang lebih baik,” pungkasnya.
GettyIronisnya, Konate dirongrong cedera bahkan sejak musim 2019/20. Kala itu, ia mengalami cedera paha parah yang memaksanya absen hingga setengah tahun!
Musim ini, pemain timnas U-21 Prancis itu terhitung mengalami tiga periode cedera, mulai dari paha, panggul, sampai pergelangan kaki.
Tapi, saat tidak cedera dan diturunkan oleh Julian Nagelsmann, jebolan akademi Sochaux ini tampil mengesankan.
Seperti yang dikatakan Klopp, Konate dominan di udara. Dia memenangkan 76 persen duel udara dan juga punya rata-rata jumlah halauan tertinggi per 90 menit untuk Leipzig, di atas Dayot Upamecano yang hengkang ke Bayern Munich.
Menilik data yang dihimpun Opta, dari 742 bek yang bermain setidaknya dalam 20 pertandingan pada lima liga teratas Eropa sejak awal musim 2019/20, hanya Bruno Alves di Parma [81 persen] yang mencatatkan tingkat keberhasilan duel udara yang lebih baik ketimbangan anak baru Liverpool ini [78 persen].
Getty ImagesTingkat keberhasilan tekel Konate yang sebesar 66,67 persen sejajar dengan Gomez—komponen kunci dari skuad Liverpool saat raih gelar edisi 2019/20—dan jauh di depan Kabak, yang dipulangkan ke Schalke.
Lebih spesial lagi, Konate telah menunjukkan keahliannya saat menguasai bola, dengan rata-rata 13,4 dribel progresif [yaitu ketika seseorang membawa bola sejauh lima meter atau lebih] dan operan tepat sasarannya mencapai 86,1 persen. Bek yang nyaman dengan bola adalah hal krusial di sepakbola Inggris saat mereka kerap diteriaki fans yang was-was blunder.
