Marquinhos Brazil vs Venezuela Copa America 2021Getty Images

Ibarat Tinju, Marquinhos Ambisi Pukul KO Argentina

Palang pintu Brasil Marquinhos mengibaratkan pertandingan final Copa America 2021 melawan Argentina, Minggu (11/7) pagi WIB, di Stadion Maracana sebagai pertarungan tinju.

Marquinhos memprediksi pertandingan nanti akan sarat jual-beli serangan, sehingga kedua tim tidak mempunyai banyak kesempatan untuk menguasai bola lebih lama. Situasi itu dinilai mirip pertandingan tinju yang kerap silih berganti melepaskan pukulan.

“Ini pertandingan yang kami sukai, laga besar, terutama melawan Argentina. Ini adalah pertandingan yang membuat kami was-was, tapi ingin memainkannya. Selama laga final ada banyak hal yang dilalui, mulai dari aspek mental dan strategi. Ini lebih dari aspek individu,” tutur Marquinhos dikutip laman Globo.

“Kami harus tahu bagaimana menghadapi semua fase permainan, kami akan memiliki momen baik dan buruk. Dalam 90 menit, sulit bagi tim untuk benar-benar mendominasi dan menguasai bola sepanjang waktu.”

“Ini pertandingan tinju, kami menyerang, lawan juga begitu. Duel ini ditentukan hingga detail lebih kecil. Siapa yang membuat kesalahan sekecil apapun, mungkin akan tersungkur. Kami harus siap mengatasi situasi ini. Bukan hanya pertahanan, tapi juga upaya kolektif mulai dari depan.”

Marquinhos menambahkan, bisa berduel melawan Argentina memang selalu menjadi keinginannya sejak masa kanak-kanak. Hal itu tidak lepas dari tensi dan gengsi yang selalu muncul di pertandingan bila kedua tim saling bentrok.

“Duel antara Brasil dan Argentina jauh dari permainan sepakbola sederhana. Pertandingan ini juga mewakili sejarah kedua tim, karena pemain yang pernah berlaga merupakan kelas dunia, seperti Pele, Zico, Ronaldo, dan Ronaldinho. Di Argentina ada [Diego] Maradona dan [Lionel] Messi,” beber Marquinhos.

“Pertandingan itu membuat dunia berhenti berputar sementara waktu, karena banyak orang ingin menyaksikannya. Di televisi, itu terlihat jelas ketika Adriano meledak di pertandingan (final Copa America 2004). Ketika masih kanak-kanak, saya bermimpi memperkuat Brasil, dan bermain bersama idola saya.”

“Saya sudah beberapa kali bertemu Argentina, mulai dari level junior. Saya mendapatkan banyak kenangan bagus, dan juga buruk. Berdasarkan pertemuan terakhir, saya tahu pentingnya pertandingan ini. Ini menjadi spesial, karena publik dan keluarga saya akan hadir di stadion.”

Iklan
0