Penjaga gawang Prancis Hugo Lloris meyakini rekannya di Tottenham Hotspur, Harry Kane, akan bisa bangkit setelah gagal membantu Inggris lolos ke semi-final Piala Dunia 2022.
Inggris mempunyai kesempatan untuk lolos ke semi-final jika Kane tidak gagal mengeksekusi penalti di menit ke-84. Saat itu, Inggris tertinggal 2-1 dari Prancis. Namun sepakan Kane justru melayang di atas mistar.
Kane terlihat terpukul selepas wasit meniup peluit panjang, sehingga harus dihibur rekan-rekannya serta ofisial Inggris. Lloris mengatakan, ia meyakini Kane akan segera bangkit dari kegagalan itu.
Menurut Lloris, ia telah mengirim pesan kepada rekannya tersebut beberapa saat setelah pertandingaan untuk memberikan dukungan moril, meski diakui sempat kebingungan menyusun kalimat yang ideal.
“Itu menjadi momen yang sulit bagi Inggris dan Harry. Saya tidak perlu berbicara lebih jauh. Kami sudah saling berkirim pesan setelah pertandingaan. Tidak mudah menemukan kalimat yang tepat, tapi dia butuh waktu untuk istirahat,” ujar Lloris dalam keterangannya kepada wartawan dikutip laman ESPN.
Manajemen Tottenham telah memberikan selama satu pekan kepada Kane untuk berlibur demi menenangkan psikologi sang pemain. Kane dan Lloris akan kembali bersama Tottenham untuk pertandingan melawan Brentford di Liga Primer Inggris pada 26 Desember.
Lloris mengatakan, setiap bintang sepakbola pernah merasakan kegagalan dalam melakukan eksekusi penalti. Karena itu, Lloris meyakini kepercayaan diri Kane akan kembali untukk menjalani laga bersama klub.
“Saya pikir dia bisa bangga dengan apa yang telah dia lakukan untuk tim nasional. Dalam sejarah sepak bola, banyak pemain top gagal penalti dalam karir mereka, seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo,” kata Lloris.
“Tapi saya tidak ragu Harry akan mengangkat dagunya, serta membantu Tottenham dan tim nasional untuk bersinar.”
Prancis akan menjalani pertandingan semi-final melawan kuda hitam Maroko. Lloris menilai pertandingan nanti berjalan tidak mudah, berkaca dari keberhasilan Maroko memuncaki grup di atas Belgia, serta menyingkirkan Spanyol dan Portugal.
“Ketika sebuah tim mampu menyingkirkan Spanyol dan Portugal, itu berarti memiliki kualitas. Ini akan menjadi lawan yang tangguh. Karena itu, perlu pendekatan taktik, dan mempersiapkan segalanya dengan tenang,” imbuh Lloris.
