GK_Hugo Lloris(C)Getty Images

Hugo Lloris Tak Mau Dibebani Isu Politik Piala Dunia 2022

Penjaga gawang Prancis Hugo Lloris menegaskan dirinya tidak mau memikirkan permasalahan di luar sepakbola yang muncul menjelang bergulirnya Piala Dunia 2022 pada 20 November.

Qatar berada dalam tekanan dengan isu yang dilemparkan terkait pekerja asing, pembatasan hukum sosial, dan hak asasi lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Qatar pun telah membantah tuduhan mereka telah mengeksploitasi pekerja asing. Kendati demikian, isu-isu tersebut terus bermunculan.

Skuad Australia sudah berbicara tentang hak asasi manusia dan hubungan sesama jenis pada bulan lalu. Sementara penggawa Denmark tidak akan membawa keluarga mereka ke Qatar sebagai protes terhadap isu hak asasi manusia.

Situasi ini membuat FIFA angkat bicara. Federasi sepakbola dunia tersebut beberapa hari lalu menyatakan agar semuanya lebih berpihak kepada sepakbola dibandingkan dengan berbagai isu yang berada di luar itu.

Menurut Lloris, isu itu seharusnya diangkat tak lama setelah Qatar terpilih sebagai tuan Piala Dunia pada tahun 2010. Qatar mengalahkan Amerika Serikat 14-8 dalam pemilihan suara yang dilakukan 22 orang anggota komite eksekutif (Exco) FIFA.

“Sejujurnya, saya setuju [dengan pernyataan FIFA]. Terlalu berat beban yang harus dipikul pemain. Kami berada di posisi bawah di rangkaian rantai itu,” ucap Lloris dikutip laman EPSN.

“Jika Anda harus berhadapan dengan tekanan seperti itu, seharusnya sudah dilakukan sejak sepuluh tahun lalu. Sekarang sudah terlambat.”

“Anda harus memahami, para pemain menjadikan ini (Piala Dunia) sebagai kesempatan empat tahun sekali untuk meraih kesuksesan. Jadi, fokus kami hanya ke lapangan. Selebihnya menjadi urusan politikus. Kami hanya atlet.”

Beban akan menjadi berat bagi pemain Prancis, mengingat tim Ajam Jantan menyandang status sebagai juara bertahan. Prancis terlebih dulu harus mengatasi Australia, Tunisia, dan Denmark di Grup D untuk mempertahankan gelar mereka.

“Menjadi juara bertahan tidak mudah. Jika Anda melihat ke tiga penyelenggaraan sebelumnya, juara bertahan selalu mengalami kesulitan, dan tidak lolos dari fase grup,” imbuh Lloris.

“Ini (lolos dari grup) menjadi target pertama kami. Kami harus memperlihatkan permainan terbaik. Kemudian di babak 16 Besar dan seterusnya, itu akan menjadi pertandingan berbeda.”

Iklan
0