Tak sulit untuk Bobotoh mulai menyukai gelandang asing Persib Bandung, Rashid Bassim, yang sejatinya baru tahun ini mencicipi kompetisi sepakbola Indonesia. Jika tak ada halangan, Rashid sudah pasti jadi pilihan pelatih Robert Rene Alberts.
Berposisi sebagai gelandang, Rashid juga cukup tajam dalam urusan mencetak gol. Pemain asal Palestina itu tercatat sudah mencetak delapan penampilan pada musim ini, yang artinya selalu tampil untuk semua laga Persib pada Liga 1 2021/22 ini.
Dari delapan penampilan tersebut, empat gol telah dicatatkan Rashid. Jadi hal yang spesial untuk pendatang baru di Liga Indonesia, ditambah posisinya adalah gelandang. Dua gol terbaru yang ia cetak adalah ke gawang PSS Sleman, ketika Persib menang 4-2.
Menariknya, Rashid sudah punya selebrasi gol tersendiri. Pemain berkepala plontos itu merayakan gol dengan melakukan tari khas Indonesia, yakni Jaipong. Pemandangan yang menarik, karena Jaipong sendiri merupakan salah satu tarian masyarakat Sunda.
Rashid membeberkan kenapa tari Jaipong menjadi pilihannya, pemain berusia 26 tahun itu menuturkan bahwa Henhen Herdiana, bek sayap Persib, yang telah menjadi inspirasi dirinya untuk melakukan tarian tersebut untuk perayaan setelah mencetak gol.
"Henhen adalah pemain yang luar biasa, dan lebih dari itu karena dia juga pribadi yang luar biasa pula. Alasan saya melakukan selebrasi gol seperti itu adalah karena saya berjanji padanya," buka Rashid.
"Jika saya mencetak gol maka saya akan melakukan tarian yang dia ajarkan pada saya, yaitu Jaipong. Kami melakukannya di lobi hotel beberapa hari sebelum pertandingan,” sambung eks pemain Al Jeel tersebut.
Persib BandungSelebrasi dari Rashid jelas mengingatkan para pencinta Persib pada sosok Redouane Barkaoui, pemain asal Maroko yang pernah gabung Persib pada 2006. Sebagai striker, ia kerap melakukan tari Jaipong jika sukses mencetak gol ke gawang lawan.
Adaptasi Rashid di Indonesia tidak begitu sulit, bahkan dirinya begitu cepat bisa jadi andalan Persib di lini tengah. Kerap terlihat lucu di media sosial, Rashid sejatinya adalah pekerja keras yang disiplin menambah porsi latihan dan menjaga bentuk tubuhnya.
“Saya biasanya mengisi waktu luang dengan pergi ke gym, tapi karena jeda antara satu laga dengan yang lainnya berdekatan maka sulit untuk benar-benar melakukan hal lain. Kami harus beristirahat untuk mempersiapkan diri menghadapi laga yang akan datang,” beber dia, dikutip dari Simamaung.
Persib Bandung

