Hellas Verona menekankan bahwa mereka selalu mengutuk segala aksi rasisme, dengan klub bersikeras tidak mendengar adanya pelecehan dari fans mereka terhadap gelandang AC Milan, Franck Kessie.
Bantahan klub Serie A Italia tersebut dilakukan melalui akun Twitter mereka, setelah adanya laporan yang menyebutkan Kessie jadi sasaran cemoohan rasisme saat Rossoneri menang 1-0 di Stadio Marc'Antonio Bentegodi, Senin (16/9) dini hari kemarin.
Sang gelandang asal Pantai Gading, disebut mendapat ejekan bernada suara monyet dari sekelompok fans Verona, yang kemudian mendapat respons dari klub dengan menyebutkan tuduhan tersebut tidak punya dasar.
"Hellas Verona FC, mengacu pada apa yang dikeluarkan oleh akun twitter klub, menjelaskan bahwa itu bukan tindakan kami untuk mengecilkan insiden diskriminasi apa pun, yang telah terjadi di berbagai pertandingan," bunyi rilis resmi Verona.
"Itu karena kami slalu mengutuk insiden tersebut, berkomitmen langsung pada berbagai inisiatif untuk menghadapi dan memerangi mereka dalam kompetensi kami."
"Karena itu, kami percaya bahwa tugas kami adalah menekankan bahwa dalam menghadapai beberapa berita tak berdasar, kecuali suara siulan dan kekecewaan umum fans terhadap beberapa keputusan wasit yang bisa diperdebatkan selama pertandingan, kami tidak tahu dengan adanya cemoohan untuk Kessie, dan kami juga tidak mendengarnya."
"Namun demikian, kami tegaskan sekali lagi bahwa kami akan selalu tegas mengutuk setiap pelanggaran yang terjadi di masa depan, dengan semangat kolaboratif dan kepekaan."
Ini merupakan kedua kalinya fans Verona dituduh melakukan aksi rasisme setelah sebelumnya pada 2014 lalu dugaan yang sama muncul dengan gelandang Inter Milan, Sulley Muntari sebagai korban.




