Ultras Lazio mengecam habis Elseid Hysaj setelah sang pemain baru menyanyikan lagu antifasisme saat sesi perkenalannya di tim.
Dalam acara perkenalan internal dilangsungkan secara virtual pada Minggu (18/7), pemain yang didatangkan dari Napoli secara bebas transfer itu memilih lagu berjudul Bella Ciao.
Seperti biasa, tradisi bernyanyi memang kerap dilakukan pemain baru untuk memperkenalkan dirinya kepada tim. Namun, keputusan Hysaj memilih lagu yang memang dikenal politis menimbulkan kontroversi.
Lagu tersebut diketahui diadopsi sebagai lagu perlawanan antifasis oleh oposan Italia pada rentang 1943–1945.
Sebenarnya, alasan pemain internasional Albania itu memilih lagu tersebut karena populer berkat tayangan film seri Money Heist di Netflix.
Yang jadi masalah, banyak ultras Lazio memiliki ideologi sayap kanan. Mereka tidak hanya menyerang pemain di media sosial, bahkan hingga ingin bertemu langsung dengan sang pemain di tempat latihan.
Sebuah spanduk pun dibentangkan di jembatan Roma, Senin (19/7) kemarin, bertuliskan: "Hysaj itu cacing, Lazio klub fasis."
Salah satu pemimpin gerakan ultras, Franco 'Franchino' Costantino – menguraikan situasi tersebut kepada kantor berita Adnkronos.
"Secara historis, penggemar kami selalu berada di ekstrem kanan, dan saya mengatakan itu dengan bangga," katanya.
"Seseorang yang menyanyikan 'Bella Ciao' dengan jersey Lazio benar-benar gila. Hysaj salah, tidak ada alasan."
Dengan ramainya kecaman terhadap pemain berusia 27 tahun itu, Lazio bergegas merilis pernyataan bakal melindungi Hysaj.
"Adalah tugas Klub untuk melindungi pemainnya dan menyingkirkannya dari situasi di mana dia digunakan untuk keuntungan pribadi dan politik," bunyi pernyataan Lazio.
"Dalam hal ini, mereka tentu tidak ada hubungannya dengan konteks yang ada dalam insiden ini. Latihan harus berlanjut dalam suasana tenang yang kami nikmati hingga hari ini."


