Winger Barcelona Hector Bellerin meyakini dirinya bakal mendapat kepercayaan penuh dari Xavi untuk tampil reguler pada musim 2022/23, dan mengibaratkan dirinya seperti Jurgen Klopp dan Pep Guardiola.
Bellerin didatangkan ke Barcelona pada September 2022 untuk menggantikan Sergino Dest yang hengkang ke AC Milan. Sejak itu, Bellerin belum berhasil mewujudkan ambisinya tampil reguler bersama Blaugrana.
Secara keseluruhan Bellerin baru tampil di lima pertandingan di semua kompetisi, dua di antaranya bermain penuh kala Barcelona berlaga di Liga Champions. Menurut Bellerin, untuk mendapat kesuksesan dibutuhkan perjalanan yang panjang.
“Sepakbola itu antara hitam dan putih. Banyak faktor yang memengaruhinya, seperti banyak pemain baru,” kata Bellerin dalam wawancaranya dengan Radio Catalunya dikutip laman Marca.
“Proyek seperti ini membutuhkan waktu agar kita bisa menikmati hasilnya. Klopp dan Guardiola tidak memenangi apa pun di musim pertama merea. Para pemain tahu 100 persen apa yang diinginkan Xavi, dan dia tahu apa yang dia inginkan dari pemain.”
Barcelona sebetulnya bukan tim asing bagi Bellerin, karena ia mengenyam pendidikan di La Masia. Alih-alih naik ke skuad utama, Bellerin justru dilepas ke Arsenal, sebelum akhirnya kembali ke Barcelona.
“Bagi saya ini sangat penting [kembali ke Barcelona]. Ketika Anda besar di sini, di La Masia, itu menjadi impian paling besar. Saya mendapat kesempatan di masa lalu, tapi karena sesuatu hal, saya tidak masuk [skuad Barcelona],” kata Bellerin.
“Untuk saat ini saya hanya diikat dengan kontrak satu tahun. Saya ingin memperbaharuinya, tapi itu bergantung kepada kedua belah pihak.”
Karirnya bersama Arsenal juga tidak berjalan mulus. Bellerin lebih sering berada di luar untuk dipinjamkan ke klub lain, seperti Watford dan Real Betis. Walau begitu, Bellerin tidak menyesalinya.
“Terkadang hidup memberikan Anda banyak kesempatan. Pada saat itu, saya merasa itu adalah kesempatan yang diberikan kehidupan ini buat saya. Saya ingin merasakannya,” ucap pemain berusia 27 tahun itu.
“Saya menyukainya sejak pertama kali datang. Saya belajar banyak tentang sepakbola yang berbeda dari yang saya pernah dapatkan. Saya menikmati pengalaman itu.”
