Pelatih timnas wanita Indonesia U-19 Rudy Eka Priyambada berharap hasil Piala AFF U-19 menjadi tonggak kebangkitan sepakbola wanita, sehingga ke depannya menjadi lebih baik.
Timnas wanita U-19 gagal merebut peringkat ketiga setelah menelan kekalahan 4-2 dari Myanmar melalui adu penalti di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang kemarin. Adu penalti dilakukan selepas kedua tim bermain imbang 1-1 di waktu normal. Sedangkan Thailand tampil sebagai juara setelah menundukkan Vietnam 2-1.
Kendati hanya menempati peringkat empat, timnas wanita U-19 masih mendapatkan gelar individu. Claudia Alexandra Scheunemann tampil sebagai pencetak gol dan pemain terbaik turnamen. Gadis berusia 14 tahun itu melesakkan empat gol.
Rudy memberikan apresiasi kepada anak asuhnya yang dinilai telah memperlihatkan performa maksimal. Menurut Rudy, torehan itu sudah maksimal, mengingat waktu persiapan mereka kurang ideal.
“Saya mengapresiasi para pemain yang sudah bermain sepenuh hati, bertanggung jawab, dan maksimal. Dengan persiapan yang tidak lama, dan masa jeda satu hari kemarin, saya kira kami sudah melakukan yang terbaik untuk pertandingan ini,” ujar Rudy dilansir laman resmi PSSI.
“Di kepengurusan pak Erick (Thohir), mereka (PSSI) tidak membebani tim ini, apapun hasilnya. Sudah ada pekerjaan rumah untuk federasi dan kemarin juga beliau sudah bilang sendiri, tidak akan membedakan sepakbola wanita dan pria.”
“Event ini ada tonggak kebangkitan sepakbola wanita, dan juga mulai diperhatikan bisa melakukan TC di luar negeri atau TC jangka panjang. Yang terpenting adalah kompetisi.”
Harapan senada disampaikan Marsela Awi. Penggawa timnas wanita U-19 ini mengutarakan, kompetisi akan membuat pelatih mempunyai banyak pilihan, sehingga bisa membentuk skuad tim nasional yang bagus.
“Saya bangga dengan teman-teman yang sudah berjuang mati-matian. Puji Tuhan kami tidak kalah di waktu normal, namun di drama adu penalti. Mungkin karena kurang persiapan, dengan kiper dan kondisi kiper, tapi dari semuanya, luar biasa sekali perjuangan teman-teman di pertandingan ini,” tutur Awi.
“Semoga ke depan ada kompetisi atau liga. Supaya bisa mendapatkan pilihan pemain yang lebih banyak, bukan hanya dari Persis saja. Ini karena tak ada liga, pemain yang didapat, ya dari situ-situ saja.”
