Harry Maguire mengatakan dirinya tidak pernah takut dengan karier internasionalnya selama waktu pengujian di dalam dan luar lapangan pada musim panas 2020, yang memunculkan pertanyaan tentang posisinya di Manchester United dan bersama Inggris.
Bek The Red Devils itu ditangkap ketika istirahat di Mykonos pada Agustus tahun lalu, sebelum dia kemudian diusir keluar lapangan ketika bermain untuk The Three Lions di pertandingan lawan Denmark pada Oktober.
Pelanggaran itu menyebabkan adanya seruan agar Maguire tidak masuk skuad di klub dan timnas, namun pemain berusia 28 tahun itu tetap mendapatkan dukungan dari dua pelatihnya, Ole Gunnar Solskjaer dan Gareth Southgate.
Inggris akan menghadapi Denmark di semi-final Euro 2020 di Wembley, Kamis (8/7) dini hari WIB. Jelang pertandingan ini, Maguire mengungkapkan isi hatinya kepada media.
"Saya tidak pernah takut dengan karier internasional saya. Tanpa menyebutkan detil tentang apa yang terjadi pada musim panas tahun lalu, saya tahu di mana saya berdiri dalam hal itu," ujar Maguire kepada wartawan.
"Saya selalu mengetahui apa yang terjadi. Saya benar-benar bisa mengatasinya. Itu tentu saja adalah waktu yang sulit, tapi saya sudah move on."
"Dukungan Gareth kepada saya sangat brilian sejak saya melakukan debut untuk Inggris. Sejak itu, ketika saya tersedia, saya cukup banyak bermain di setiap mungkin pertandingan. Itu memberi saya kepercayaan diri, keyakinan, dan percaya yang besar."
"Setiap kali saya melangkah ke lapangan, saya mencoba untuk membayar keyakinan dan kepercayaan yang diberikan."
"Saya banyak melakukan pembicaraan, banyak komunikasi lewat teks, banyak panggilan telepon dari Gareth. Dan, kemudian berbicara dengan dia ketika saya datang ke kamp, ia selalu ada untuk membantu."
"Mustahil menjalani karier tanpa mengalami momen yang buruk dan membuat kesalahan. Gareth memberikan pengalamannya dan cara dia menganai banyak hal. Saya selalu terbuka untuk belajar dan berkembang."
Inggris menelan kekalahan 1-0 di tangan Denmark di pertandingan ketika Maguire diusir dari lapangan, namun kesalahan individu dan kolektif bisa diperbaiki ketika kedua tim kembali bertemu di semi-final Euro 2020.
