Harry Kane mengakui dirinya akan "gagal" jika mengakhiri karier sepakbolanya tanpa memenangkan trofi utama bersama tim nasional Inggris.
Striker Tottenham Hotspur itu menjadi bagian dari skuad The Three Lions menuju Euro 2020 yang akan datang, dengan manajer Gareth Southgate harus membuat beberapa keputusan sulit ketika ia memilih skuad final untuk turnamen tersebut.
Inggris harus berjuang untuk memenuhi janji mereka di masa lalu, dengan hanya finis di peringkat keempat di Piala Dunia 2018 dan ketiga di Nations League 2018/19. Namun, Kane berharap dirinya bisa membawa timnas meraih gelar.
"Saya berharap ibu saya tidak keberatan saya mengungkapkan usia dia, tapi ia lahir pada 1966. Ayah saya lahir pada 1964, jadi dia berusia dua tahun ketika Inggris memenangkan Piala Dunia," ujar Kane kepada Evening Standard.
"Itulah yang sudah lama kita bicarakan, dan terserah pada kami untuk memperbaikinya. Saya pikir jika saya menyelesaikan karier saya sebagai pesepakbola tanpa memenangkan trofi utama untuk Inggris, saya akan melihat itu sebagai sebuah kegagalan."
"Saya tahu kami masih berkembang, masih ada ruang untuk berkembang, tapi itulah tujuannya dan saya pikir kami bisa melakukannya."
Tentang rekan-rekan satu timnya, Kane menambahkan: "Ada banyak harapan, tapi ada banyak keyakinan. Saya tahu para pemain ini dan saya merasa kami siap untuk apa pun."
"Ada beberapa tim hebat, yakni Prancis, Belgia, Jerman, Spanyol, Italia, Portugal, dan untuk memenangkannya, kami tahu kami harus mengalahkan beberapa tim itu, dan itulah tantangannya."
"Tapi, saya tahu pastinya tidak ada tim yang ingin menghadapi kami. Banyak pemain terbaik mereka yang bermain bersama kami dan melawan kami, pekan demi pekan; mereka tahu kalau kami adalah lawan yang tangguh untuk salah satu dari mereka."
Kane sudah menginformasikan kepada Tottenham tentang keinginannya untuk meninggalkan klub pada musim panas ini karena ia ingin menempatkan dirinya di posisi yang lebih baik untuk memenangkan trofi.


