Aymeric Laporte Manchester CityGetty Images

Harapan Liga Champions Manchester City Bernama Aymeric Laporte

Aymeric Laporte telah mencatatkan 200 menit permainan setelah pulih dari cedera lutut serius dan selama itu juga gawang Manchester City tidak pernah kebobolan. 

Kehadiran bek asal Prancis tersebut menggaransi kukuhnya benteng pertahanan the Citizens yang memberi landasan kuat untuk menyerbu ke depan dan mendominasi lapangan.

Hati-hati Real Madrid, fakta ini akan membuat City melangkahkan kaki ke Santiago Bernabeu dengan kepercayaan diri tinggi. 

Kebobolan terlalu banyak gol merupakan masalah terbesar City di Eropa, terutama di bawah komando Pep Guardiola. Bersama pelatih yang telah memenangkan dua trofi Liga Champions bersama Barcelona itu, City tersingkir oleh enam gol Monaco, lima gol Liverpool dan empat gol Tottenham Hotspur. 

Kemurahan hati seperti itu harus dibatasi oleh City jika ingin menguasai Eropa. Musim ini jumlah kebobolan City sudah melampaui catatan di dua musim sebelunya. Tetapi seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Sejak Laporte kembali mereka berhasil mengoleksi tiga clean sheet. 

Laporte memang belum sanggup tampil penuh, namun Guardiola bersikeras nantinya bisa dimainkan 90 menit di Santiago Bernabeu. 
Laporte ditarik keluar pada menit 57 lawan Leicester dan ini jawaban Guardiola. "Dia meminta saya untuk ditarik keluar, tetapi dia tidak cedera. Dia sudah absen empat, lima bulan dan kita tidak boleh melupakan itu. Laporte sudah mampu berlari menjelajahi lapangan. Situasi lawan West Ham berbeda karena pertandingan bisa kita kuasai dengan lebih muda. Laporte baik-baik saja."

Tentunya City akan berharap diagnosis sang pelatih jitu terkait episode tersebut karena kehadiran Laporte akan penting saat berhadap dengan Madrid. 

Ironisnya, dua blunder Laporte pada babak perempat-final musim lalu lawan Tottenham harus ditebus mahal, namun ini bisa dinilai sebagai sebuah penyimpangan ketimbang preseden.

Sejumlah pihak yang memprediksi line-up Guardiola biasanya terkecoh tetapi rasanya kita akan melihat Fernandinho akan berduet dengan Laporte di jantung pertahanan lawan Madrid. 

Real memang akan menawarkan ancaman berbeda dari Leicester dan Guardiola mengatakan timnya tidak bisa melakukan banyak persiapan sebelum terbang ke Spanyol, kecuali meraih momentum positif. 

Tetapi tetap saja ada sejumlah pelajaran yang bisa dipetik para pemain City. Tercatat dua kali tekel ceroboh mereka menghasilkan tendangan bebas di area berbahaya. Satu diselamatkan Ederson, lainnya mengenai tangan Kevin de Bruyne yang diklaim penalti oleh Brendan Rodgers.

Tetapi sebenarnya tantangan terbesar bagi City adalah titik putih. Eksekusi penalti Sergio Aguero digagalkan Kasper Schmeichel dan City sekarang gagal mencetak lima gol penalti dari tujuh kesempatan. 

"Dengan kualitas yang kami miliki, itu tidak normal tetapi seperti yang selalu saya katakan pada para pemain, di kesempatan berikutnya kita akan mencetak gol dan pemain yang jadi eksekutor harus yakin, berlatih, diyakinkan lalu melakukannya," kata Guardiola. 

"Kami tidak mencetak gol ke gawang Spurs di Liga Champions musim lalu, musim ini kami gagal menjebol gawang mereka dari titik putih - ada perbedaan besar pada pertandingan seperti ini."

"Saya suka mentalitas tim. Saya suka Sergio mengambil bola dan mengambil penalti. Berlatih, berpikiran positif, satu ide, tembakan dan gol."

Laporte memang akan menjadi kunci untuk meredam gempuran Los Vikingos, tetapi City juga tidak boleh membuang kesempatan emas di ujung lapangan satu lagi.

Iklan
0