Samir Handanovic InterGetty Images

Inter Milan Gagal Juara, Samir Handanovic: Pahit, Tapi Ini Bisa Jadi Titik Awal

Inter Milan mengalami kepahitan yang luar biasa setelah kalah dari Sevilla di final Liga Europa, namun Samir Handanovic meyakini momen itu bisa menjadi titik awal hadirnya hal-hal positif di masa depan.

Nerazzurri terakhir kali memenangkan trofi pada 2011 dan dalam konferensi pers prapertandingan sang kapten Inter mengatakan bahwa raihan trofi akan memungkinkan klub untuk kembali ke level juara seperti sebelumnya.

Mereka sepertinya berada di jalur tersebut ketika Romelu Lukaku membuka keunggulan melalui titik putih pada menit kelima, sebelum sepasang sundulan Luuk de Jong membawa Sevilla berbalik memimpin.

Diego Godin menyeimbangkan skor sebelum jeda, akan tetapi gol bunuh diri Diego Carlos yang dibelokkan arahnya oleh Lukaku ke gawang sendiri saat laga tersisa 16 menit berbuah kekalahan bagi Inter.

Kiper Sevilla, Yassine Bounou melakukan penyelamatan fenomenal saat menggagalkan aksi Lukaku sebelum momen gol bunuh diri dan Handanovic merasa ceritanya akan berbeda jika striker asal Belgia itu mencetak gol. Meski begitu, ia tetap berusaha mengambil sisi positifnya.

"Ada kepahitan yang luar biasa, tapi kami harus menatap ke depan. Seperti yang saya katakan kemarin, ini adalah titik awal dan kami berharap untuk memainkan lebih banyak lagi pertandingan seperti ini," kata Handanovic kepada Sky Sport Italia.

"Mudah untuk menunjukkan berbagai hal yang sala. Kami memiliki beberapa peluang, terutama milik Lukaku. Sayang sekali, [seandainya gol] jalannya pertandingan bisa berbeda."

"Kami saling bertarung. Permainan yang terbuka, kedua tim sama-sama ingin menang. Kami seharusnya menguasai bola dengan lebih baik di babak kedua, karena saya pikir mereka lebih kelelahan dan kami memiliki lebih banyak bahan bakar di tangki."

"Gol ketiga sangat disayangkan, karena bola sebenarnya melebar dan itu mengenai kaki Romelu, jadi itu adalah nasib buruknya dan akhirnya menjadi penentu pertandingan."

"Kami bisa membangun fondasi yang kokoh untuk musim depan. Sevilla adalah lawan yang tangguh dan saya ucapkan selamat kepada mereka, mari sekarang menatap ke depan."

Inter selanjutnya akan mendapat jeda istirahat selama empat pekan hingga musim baru Serie A dimulai pada 19 September.

Pelatih mereka, Antonio Conte mengakui setelah pertandingan bahwa masa depannya di Giuseppe Meazza diragukan menyusul adanya ketegangan antara dirinya dan manajemen klub.

Iklan
0