OLEH DONNY AFRONI & ADITYA WAHYU PRATAMA
Manajemen Persegres Gresik United memutuskan melepas jabatan Hanafi sebagai manajer tim, dan diminta berkonsentrasi penuh menjadi pelatih agar bisa mengangkat performa Laskar Joko Samudro di Liga 1 2017.
Hal itu disampaikan perwakilan pemilik klub Thoriq Majiddanor di hadapan fans Gresik United yang menginvasi lapangan setelah kekalahan 2-0 dari Persela Lamongan, Senin (5/6) malam WIB. Gresik United kini menduduki peringkat 17 dengan nilai lima, hasil sekali menang, dua imbang, dan tujuh kekalahan.
SIMAK JUGA: Pemain Persela Ingin Sejajar Dengan Klub Papan Atas
“Suporter menuntut Persegres tidak terdegradasi musim ini. Kami dari manajemen juga menginginkan hal yang sama. Selama enam tahun ini kami juga memperjuangkan itu,” ujar Thoriq.
“Kami merasa coach Hanafi memerlukan bantuan. Per hari ini beliau hanya menjadi pelatih kepala. Selama ini memang tidak ada yang pas untuk menjadi manajer, sehingga dipasrahkan kepada beliau. Besok [hari ini] kami akan tunjuk manajer baru.”
SIMAK JUGA: Diserbu Fans, Pelatih Gresik United Maklum
Menyikapi amukan suporter pascalaga, Thoriq berharap hal tersebut menjadi pembelajaran bersama. Bahkan, Thoriq menuntut komitmen fans yang ingin mencarikan sponsor.
“Kami akan mengajak mereka berdiskusi, meminta saran, termasuk perekrutan marquee player di putaran kedua. Tapi kami juga mau mereka membantu kami mendapatkan sponsor sesuai janji mereka. "Musim ini baru satu sponsor yang masuk ke manajemen, dan itupun baru masuk saat laga melawan PSM Makassar,” beber Thoriq.
Sementara itu, Hanafi memasrahkan semua keputusan kepada manajemen klub. Mantan arsitek Perserui Serui ini juga sepakat dengan keinginan manajemen mendatangkan marquee player.
SIMAK JUGA: Ivan Carlos Bungkam Gresik United
“Kalau memang diminta mundur, saya siap. Namun sampai saat ini manajemen belum memberitahukan untuk mundur [dari kursi pelatih]. Kalau diminta sekarang, saya juga siap,” tegas Hanafi.
“Saya tetap yakin Persegres akan bangkit di putaran kedua. Kami tidak perlu melakukan banyak perombakan. Untuk pemain asing, memang harus ada marquee player.” (gk-62)
