LIPUTAN ANGGI RIWANTO
Pelatih Persegres Gresik United Hanafi sepertinya mulai mengibarkan bendera putih setelah tim besutannya digasak Persib Bandung dengan skor telak 6-0 di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (20/8) malam WIB.
Kekalahan telak itu membuat Gresik United makin terbenam di dasar klasemen sementara dengan nilai tujuh. Mereka berselisih 17 poin dengan peringkat 15 Persela Lamongan.
SIMAK JUGA: Pesta Gol Persib Benamkan Gresik United
“Untuk lolos dari degradasi saya rasa jauh, jauh sekali,” kata mantan arsitek Perseru Serui ini.
Hanafi kembali menjadikan faktor minim pengalaman dan jam terbang sebagai biang keladi anak asuhnya tidak bisa mengimbangi permainan lawan, termasuk Persib, walau sempat mengimbangi di awal laga.
SIMAK JUGA: Jose: Tak Mudah Kalahkan Gresik United
“Permainan sama-sama luar biasa. Persib itu bagus. Sepuluh menit sampai 15 menit pertama masih ada perlawanan [dari Gresik United]. Tapi babak kedua kurang. Kemungkinanan anak-anak kurang pengalaman,” ungkap Hanafi.
“Contohnya Arsyad [Yusgiantoro]. Ada peluang malah di-shooting, padahal bisa umpan ke Patrick [Da Silva]. Faktor pengalaman mungkin seperti pemain berusia 17 tahun ini [menunjuk Arga Permana yang turut hadir dalam konferensi pers]. Seharusnya dia bisa memanfaatkan, tapi tidak.”
SIMAK JUGA: Gresik United Bawa Amunisi Baru Ke Bandung
Gresik United sebenarnya datang ke Bandung membawa dua penggawa anyarnya, Sasa Zecevic dan Yusuke Kato. Namun mereka tak bisa dimainkan, karena persoalan administrasi yang belum selesai. Hanafi mengaku tak tahu penyebab mereka tiba-tiba tak bisa diturunkan.
“Kami memang ada perubahan pemain, bahkan sudah bawa Yusuke Kato dan Sasa Zecevic. Saya kurang tahu kenapa mereka tidak boleh bermain,” ucap Hanafi. (gk-52)


