LIPUTAN HAMZAH ARFAH DARI GRESIK
Pelatih Persegres Gresik United Hanafi mengeluhkan kepemimpinan wasit yang menyebabkan tim besutannya menerima banyak kartu kuning ketika bermain imbang 1-1 melawan Persija Jakarta kemarin sore di Stadion Petrokimia.
Dalam pertandingan ini, wasit Handri Kristanto memberikan delapan kartu kuning untuk pemain Gresik United, satu diantaranya berujung merah yang didapat Moh Said pada menit ke-68.
SIMAK JUGA: Sepuluh Pemain Gresik United Tahan Persija
“Anak-anak sudah sangat luar biasa dalam menampilkan semangat permainan. Tapi seperti yang sudah Anda lihat, apa yang terjadi? Kami menyentuh sedikit saja kartu kuning, bahkan sampai ada kartu merah. Tapi kalau Persija ada satu-dua bebas, makanya Persegres ini kasihan,” keluh Hanafi.
Terlepas dari kepemimpinan wasit, Hanafi mengakui Gresik United sempat kewalahan di awal babak pertama, sehingga tertinggal gol Luiz Junior. Ia lalu memasukkan David Faristian untuk menggantikan Jeki Arisandi di menit ke-16. Selain meminimalisasi kesalahan di lini belakang, David juga diharapkan lebih membantu serangan dengan kecepatannya.
“Jeki itu posisinya harus jadi libero, dan kalau ditekan perlu sabar, makanya dia terlambat. Tapi sepertinya dia tidak mengerti taktik dari awal, makanya dia ketinggalan sekali. Lalu kami juga harus cepat ganti, karena [lini] tengah kosong. Agus [Indra Kurniawan] dan Said kewalahan,” beber Hanafi.
SIMAK JUGA: Rendi Bantah Mundur Dari Gresik United
Meski penangguhan regulasi pemain di bawah usia 23 tahun sudah diterapkan pada pekan ke-12, Hanafi tetap memainkan beberapa penggawa muda sebagai starter, seperti Mohammad Chairul Rifan, Gufroni Al Maruf, maupun Komarudin.
“Persegres awalnya memang ikuti regulasi, ternyata itu sekarang tidak ada [ditangguhkan]. Tapi kami tetap saja,” pungkasnya. (gk-43)

