Achraf Hakimi menjelaskan alasan dirinya menolak tawaran pindah ke Chelsea dan memilih bergabung dengan Paris Saint-Germain ketiga meninggalkan Inter Milan pada musim panas ini.
Bek kanan internasional Maroko, yang bergabung dengan Inter pada awal musim 2020/21, meninggalkan Nerazzurri setelah hanya semusim bermain di Giuseppe Meazza.
Hakimi terpaksa dikorbankan dan dijual oleh Inter karena mereka mengalami masalah finansial akibat pandemi COVID-19 dan merupakan nama besar yang meninggalkan juara Serie A tersebut pada jendela musim panas kemarin.
Kepergiannya disusul oleh Romelu Lukaku, yang kembali ke klub lamanya, Chelsea, dan pemain berusia 22 tahun itu mengakui sebenarnya juga menerima tawaran dari The Blues namun lebih memprioritaskan pindah ke Prancis.
Hakimi masuk dalam gerbong perekrutan nama-nama tenar PSG musim ini, di antaranya ada Gianluigi Donnarumma, Sergio Ramos dan Lionel Messi.
"Saya punya dua tawaran," ungkap Hakimi kepada L'Equipe. "Satu dari Chelsea dan satu dari Paris Saint-Germain. Tapi saya merasa saya harus datang ke Paris karena saya bakal bahagia di sana."
"PSG adalah klub hebat, saya sangat menghargai dukungan yang diberikan para penggemar kepada saya secara langsung. Saya beruntung karena begitu banyak pemain juara lainnya yang bergabung dengan saya."
"Saya merasa baik di PSG, kami memiliki tim impian dan saya senang menjadi bagian dari itu."
Hakimi menyumbangkan tujuh gol dan 11 assist selama setahun di Inter, membantu klub memenangkan Scudetto pertama mereka setelah 11 tahun lamanya puasa prestasi.




