Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Chelsea FC v Fulham FC - Premier LeagueGetty Images Sport

Diterjemahkan oleh

Hakim Ziyech mempermalukan entitas Zionis... dan Ben Gvir membalas dengan ancaman terbuka

Media sosial menjadi saksi pertikaian terbuka antara Menteri Keamanan Nasional entitas Zionis, Itamar Ben-Gvir, dan bintang sepak bola Maroko, Hakim Ziyech, pemain Wydad Casablanca, yang dipicu oleh kritik yang dilontarkan Ziyech terhadap kebijakan entitas tersebut terhadap para tahanan Palestina.

Konteks Krisis

Menurut situs "Al Jazeera Net", ketegangan dimulai ketika Ziyech memposting foto Menteri Ben Gvir melalui akun resminya di "Instagram" bersamaan dengan pembahasan Knesset mengenai undang-undang terkait "hukuman mati", dan menyertakan komentar yang mempertanyakan pembenaran hukum dan moral dari undang-undang semacam itu.

Ziyech berkata: "Apakah (Ben Gvir) kali ini akan mengklaim bahwa pengesahan undang-undang baru ini hanyalah tindakan membela diri?"

Baca juga: Detail yang tak terbayangkan.. Dokumen mengungkap apa yang terjadi di balik layar pada final Maroko dan Senegal

Tanggapan menteri sayap kanan itu tak lama datang, yang menyerang Ziyech dengan keras sambil berkata: "Seorang pemain yang anti-Semit tidak boleh memberikan ceramah moral kepada Negara Israel."

Dia menambahkan dengan nada mengancam: "Israel tidak akan lagi bersikap hati-hati terhadap musuh-musuhnya... Sejak saya menjabat, penjara telah berubah, dan insya Allah kami akan menjatuhkan hukuman kepada semua orang bersenjata."

Undang-undang yang kontroversial

Perdebatan ini muncul setelah Knesset pada akhir Maret lalu mengesahkan rancangan undang-undang yang memperbolehkan hukuman mati bagi pelaku serangan bersenjata, undang-undang yang didukung oleh 62 anggota parlemen.

Undang-undang ini memicu reaksi luas dari organisasi hak asasi manusia internasional dan Palestina, yang mengutarakan kekhawatiran mereka terkait nasib ribuan tahanan di penjara Israel di tengah laporan yang menyebutkan penurunan kondisi kehidupan dan kesehatan di dalam pusat-pusat penahanan.

Baca juga: UEFA menanggapi permintaan "luar biasa" Madrid menjelang laga epik melawan Bayern

Reaksi politik

Di tingkat resmi, Partai "Keadilan dan Pembangunan" Maroko ikut terlibat dalam krisis ini, dengan mengeluarkan pernyataan yang menyatakan solidaritasnya kepada Hakim Ziyech.

Partai tersebut menggambarkan sikap sang pemain sebagai "humanis dan berani", dengan menganggap bahwa penyampaian pendapatnya mengenai isu para tawanan mencerminkan aspirasi masyarakat Maroko dan sikap historis Kerajaan terhadap isu Palestina.

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google