Pelatih Jepang Hajime Moriyasu optimistis tim besutannya bisa melangkah lebih jauh di Piala Asia 2023, dan bakal mengawalinya dengan kemenangan atas Indonesia pada matchday terakhir Grup D di Stadion Al Thumama, Rabu (24/1) malam WIB.
Jepang pernah merasakan gelar juara saat Piala Asia 2011 berlangsung di Qatar. Kesuksesan serupa juga diraih ketika mereka menjadi kampiun di Piala Asia U-23 2016.
Bukan itu saja. Pada penyelenggaraan Piala Dunia 2022, Jepang menuai hasil bagus di fase grup dengan mengalahkan dua tim favorit juara, Jerman dan Spanyol, walau akhirnya dihentikan Kroasia di 16 Besar melalui adu penalti.
Bagi Moriyasu, kesuksesan tersebut membuat Qatar telah menjadi tuan rumah yang membawa peruntungan bagus buat Jepang. Karena itu, ia yakin Samurai Biru bisa mendapatkan hasil lebih baik lagi.
“Kami mungkin kalah di pertandingan terakhir [melawan Irak], tapi para pemain saya fokus penuh dan bersiap untuk bermain melawan Indonesia. Kami menghadapi ini bersama-sama, dan kami akan berusaha meraih kemenangan,” tutur Moriyasu.
“Saya pikir Qatar adalah negara yang membawa keberuntungan bagi Jepang, dan saya senang kami bisa bermain sepakbola di negara yang begitu indah. Fasilitas latihan dan stadion dilengkapi dengan baik, dan itu tempat yang bagus untuk bermain sepakbola.”
“Jepang adalah negara yang telah mengumpulkan banyak sejarah bagus, dan saya ingin mengikuti jejak mereka yang telah membangunnya selama ini. Untuk itu, pertama-tama, kami harus fokus pada pertandingan besok melawan Indonesia.”
Hanya saja, Jepang dihadapi kendala cedera pemain. Kaoru Mitoma diragukan tampil melawan Indonesia, karena absen di latihan kemarin. Sedangkan kondisi Takehiro Tomiyasu sudah lebih baik, dan akan dimainkan di pertandingan nanti.
“Kami bersiap untuk pertandingan besok dengan mengubah beberapa posisi dari pertandingan terakhir. Setelah latihan hari ini, dan menerima laporan medis, kami akan memutuskan siapa yang menjadi starter besok,” kata Moriyasu.
“Kami memiliki 26 pemain yang cukup kuat untuk bertarung demi Jepang, jadi saya mempertimbangkan menggunakan mereka tergantung situasinya. Saya ingin para pemain bermain untuk membantu Jepang menang melalui taktik dan strategi dalam permainan.”
