OLEH DONNY AFRONI
Tidak ingin kesehatan pemain terganggu pada laga terakhir bulan puasa melawan PSM Makassar, Senin (19/6) malam WIB, pelatih Borneo FC Dragan Djukanovic menggeser latihan tim menjadi sore hari.
Menurut Djukanovic, latihan malam hari yang dilakukan selama Ramadan bisa memberikan pengaruh terhadap kondisi pemain. Sepanjang Ramadan, tim menjalani latihan pada pukul 21:30 hingga 23:00 WITA untuk memberikan kepada pemain muslim menjalani ibadah.
SIMAK JUGA: Cedera Asri Akbar Tidak Parah
“Kalau malam lebih berbahaya bagi pemain, karena cuaca yang lembab dan berembun. Pemain mudah sakit atau cedera akibat lapangan yang sudah licin. Kami hanya ingin persiapan tim tak terganggu, sekaligus juga melatih fisik pemain,” ungkap Djukanovic dilansir laman resmi klub.
Kebijakan Djukanovic ini disambut gembira pemain. Mereka tidak terkendala dengan latihan sore hari. Bek Firly Apriansyah menilai menjalani latihan saat berpuasa menjadi kesempatan untuk mengukur daya tahannya.
SIMAK JUGA: Pulih Dari Cedera, Diego Ingin Main Lawan PSM
“Enggak ada bedanya, sama saja menurut saya. karena kami sudah terbiasa latihan. Ini baik untuk melatih kemampuan fisik. Jadi keseimbangan kami tetap terjaga selama bulan puasa,” ucap Firly.
“Sebenarnya biasa latihan siang hari kalau puasa. Hanya saja ada sedikit berbeda soal energi yang dikelaurkan, mungkin hanya sekitar 70 persen saja,” timpal penjaga gawang muda Nadeo Argawinata.

