Jajaran pelatih PSM Makassar menyiapkan penjaga gawang sebagai algojo penalti menjelang pertandingan perempat-final turnamen pramusim Piala Menpora 2021 melawan PSIS Semarang di Stadion Kanjuruhan, Jumat (9/4).
Karteker pelatih Syamsuddin Batola mengutarakan, mereka telah menyiapkan berbagai kemungkinan yang terjadi di perempat-final, termasuk adu penalti bila laga berjalan imbang sepanjang 90 menit.
“Itu sudah kami persiapkan sejak jauh hari. Kami tahu di Delapan Besar bisa saja terjadi adu penalti, apalagi yang saya dengar tidak ada tambahan waktu. Saya juga sudah mempersiapkan dan melatih beberapa pemain, termasuk kiper. Jadi semua pemain sudah siap,” ujar Syamsuddin.
Kendati PSIS dikenal sebagai tim produktif dengan lesakkan tiga gol di tiap pertandingan fase grup, Syamsuddin tidak terlalu khawatir. Menurutnya, penggawa PSM siap meredam agresivitas calon lawan.
“Kami tidak keluar dari cara permainan kami. Saya selalu menginstruksikan peman harus bermain disipllin, sabar, dan kerja keras. Itu saja yang selalu saya tekanan kepada pemain,” tegas Syamsuddin.
“Kami mengulang latihan persiapan di Makassar untuk menghadapi Delapan Besar. Jadi saya kira persiapan kami sudah cukup, baik mengevaluasi pertandingan kami di babak penyisihan [grup] maupun calon lawan. Kami sudah siap bertanding di Delapan Besar.”
Hanya saja, Syamsuddin belum bisa memastika bakal menurunkan Patrich Wanggai sebagai starter di laga ini. Syamsuddin menyatakan, kondisi Wanggai mulai membaik. PSM tetap menyertakan Wanggai untuk laga melawan PSIS.
Wanggai sempat mengalami cedera di fase grup ketika melawan Persija Jakarta. Semula cedera yang dialami Wanggai dianggap tidak serius, namun setelah melakukan pengecekan, sang pemain perlu perawatan lebih lanjut.
“Wanggai perkembangannya sudah 90 persen, dan mudah-mudahan hari ini akan lebih bagus lagi. Di satu sisi, memang kerugian kalau tidak ada Wanggai, tapi saya yakin siapa pun yang diberi kepercayaan akan tamp[il maksimal. Saya tetap antisipasi jika Wanggai absen,” beber Syamsuddin.
Sementara itu, salah satu bek PSM Zulkifli Syukur menyatakan, kendati PSIS menjadi tim tersubur di Piala Menpora, pertahanan Mahesa Jenar mempunyai celah untuk diterobos. Dari tiga pertandingan fase grup, gawang PSIS kebobolan enam gol.
“Saya melihat PSIS merupakan tim tersubur di antara semua kontestan, tapi di tiga laga yang dijalani mereka selalu kebobolan. Saya juga mengenal betul karakter pelatih PSIS, karena pernah bekerja sama saat di Borneo FC,” ucap Zulkifli.
SIMAK JUGA: BERITA SEPAKBOLA NASIONAL!
