Hadapi Prancis, Masa Depan Joachim Low Dipertaruhkan

Terakhir diperbarui
Komentar()
Sejumlah media dan pandit sepakat bahwa Low sangat mungkin dipecat jika Jerman kembali takluk saat bertandang ke Stade de France.

Jerman akan melakoni partai krusial melawan Prancis dalam lanjutan UEFA Nations League di Stade de France, Rabu (17/10) dini hari WIB. Satu nama menjadi sorotan pada laga tersebut: Joachim Low.

Nasib Low sebagai pelatih Jerman memang tengah berada di ujung tanduk setelah timnya tak kunjung menuai hasil memuaskan sejak petaka di Piala Dunia 2018. Kekalahan terbaru 3-0 dari Belanda pada akhir pekan lalu kian memperkeruh situasi.

Saat ini, pandangan media-media Jerman memang masih terbelah terkait apakah laga melawan Prancis ini akan menentukan pemecatan Low, namun mereka sepakat bahwa posisi pelatih 58 itu sama sekali tidak aman.

"Final untuk Low" tulis Bild  dalam judul besarnya. Adapun Frankfurter Allgemeine memakai kalimat bernada pesimistis, "Jerman Terancam Terdegradasi." Sedikit berbeda adalah Westdeutsche Allgemeine, yang menilai Low masih layak diberi kesempatan, setidaknya sampai laga melawan Belanda pada November mendatang.

Pada intinya, mayoritas media Jerman menuntut  Low untuk memenangi duel di Paris ini. Jika tidak, kiprahnya sebagai pelatih Tim Panser, yang sudah berlangsung selama 12 tahun, terancam berakhir secara mengecewakan.

Joachim Löw Germany 15102018

Sementara itu, eks bek Jerman Per Mertesacker mengindikasikan Low sudah tidak pantas dipertahankan. Ia menuntut penyegaran dan perubahan cepat di tubuh Jerman. "Reputasi Jerman saat ini memiliki energi yang sangat negatif. Segalanya terasa aneh dari waktu ke waktu," katanya.

Legenda lain, Oliver Kahn dan Lothar Matthaus, lebih fokus menyoroti para pemain. Menurut mereka, Low harus berani mengesampingkan para pilar Bayern Munich seperti Jerome Boateng, Manuel Neuer, Mats Hummels, dan Thomas Muller, yang memang berperforma buruk.

Low sendiri, dalam jumpa pers jelang laga ini, mengakui timnya sedang dalam kondisi tertekan dan minim percaya diri. Namun ia yakin bisa mengatasi hal tersebut, terutama kritik-kritik dari luar.

"Yang dikatakan orang-orang di luar sana tidak terlalu penting buat saya. Yang terpenting adalah bagaimana saya bisa memotivasi para pemain. Kritik adalah normal, tetapi tugas saya adalah fokus pada persiapan tim demi performa bagus," jelasnya.

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Klasemen Akhir Liga 2 Indonesia
2. Paolo Maldini Ungkap Proses Kembali Ke Milan
3. Kosin Komentari Tragedi Berdarah Di GBLA
4. Romelu Lukaku Isyaratkan Pindah Ke Serie A
5. David De Gea & 50 Bintang Bebas Kontrak 2019
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

  Footer Banner UEFA Nations League

 

 

 

 

Artikel dilanjutkan di bawah ini

 

 

 

Artikel Selanjutnya:
PREVIEW Liga 1 2018: Bhayangkara FC - Persipura Jayapura
Artikel Selanjutnya:
Borja Mayoral: Santiago Solari Sangat Mirip Zinedine Zidane
Artikel Selanjutnya:
Dida: Alisson Becker Bisa Jadi Kiper Terbaik Dunia
Artikel Selanjutnya:
Harry Kane Bertekad Akhiri Puasa Gelar Inggris
Artikel Selanjutnya:
Hasil Pertandingan: Spanyol 1-0 Bosnia-Herzegovina
Tutup