Inggris akan menjamu Jerman pada babak 16 besar Euro 2020, di Wembley, London. Pada pertandingan yang digelar Selasa (29/6) malam WIB tersebut, Inggris justru dinilai dalam tekanan yang besar.
Hal tersebut diutarakan oleh eks pemain tim nasional Jerman, Thomas Helmer. Pemain yang pernah berhadapan dengan Inggris pada Euro 1996 itu menilai Three Lions belum terlihat meyakinkan sepanjang Euro.
Sebenarnya Jerman juga dianggap belum nampak mantap, tapi Helmer punya keyakinkan bahwa Jerman mampu mengatasi Inggris, meski tim lawan bermain di hadapan suporter sendiri pada laga bergengsi ini.
"Saya cukup optimistis karena kami selalu tampil bagus di Wembley sejauh ini. Tekanan pada Inggris seharusnya sangat besar, terutama di depan penonton tuan rumah, sejauh ini tim belum mampu meyakinkan sepenuhnya, dan memang begitu juga dengan tim Jerman," ungkap Helmer.
"Tapi sejarah berbicara sedikit mendukung kami. Jika sampai adu penalti, saya akan lebih optimistis," imbuhnya.
Perkataan Helmer memang benar adanya, karena Jerman pernah mengalahkan Inggris sebanyak 15 kali, imbang empat, dan kalah 13. Pada Euro 1996, Jerman dan Inggris bermain imbang 1-1, hingga pertandingan diselesaikan via adu penalti.
Jerman mampu meraih kemenangan dengan Helmer menjadi salah satu pemain yang terlibat. Ketika itu pertandingan dimainkan di Wembley dan Helmer merasakan atmosfer yang luar biasa, apalagi Jerman mampu keluar dari tekanan.
"Saya belum pernah bermain di Wembley sebelumnya, semifinal melawan Inggris adalah pengalaman Wembley pertama saya. Itu adalah sesuatu yang sangat istimewa. Suasananya gila, fans Inggris dan Jerman menyanyikan "Football's coming home" bersama-sama."
"Kemudian pertandingan ini menawarkan drama yang luar biasa ini. Paul Gascoigne tergelincir tipis di perpanjangan waktu, Stefan Kuntz dianulir golnya di perpanjangan waktu - dan kemudian, tentu saja, adu penalti yang menentukan," tukas eks Borussia Dortmund itu.
Getty/Goal



