Guus Til sejauh ini telah tampil dalam enam pertandingan internasional bersama tim nasional Belanda, dan jumlah tersebut kemungkinan akan bertambah musim panas ini. Dalam wawancara dengan Algemeen Dagblad, Til mengungkapkan pandangannya tentang peluangnya masuk dalam skuad Piala Dunia.
Untuk ketiga kalinya berturut-turut, PSV menjadi yang terbaik di Belanda. Hal itu sudah diprediksi Til sejak awal. “Liga Champions musim ini memberi saya keyakinan bahwa kami memang seharusnya menjadi yang terbaik di Belanda.” Pemain berusia 28 tahun ini mengakui bahwa kekalahan melawan Union Sint-Gillis (1-3) dan Telstar (0-2) hanyalah noda kecil.
Mengenai perdebatan bahwa tempo permainan kadang-kadang terlalu tinggi bagi Til, gelandang sekaligus penyerang ini tidak mau tahu. “Apakah itu perdebatan? Itu justru menyentuh inti dari apa yang saya sampaikan: saya melakukan hal-hal yang menurut saya sesuai dengan posisi saya. Jika tidak, pelatih pasti akan memilih pemain lain.”
“Jika setiap orang melakukan apa yang dia inginkan, formasi di lapangan tidak akan seimbang lagi dan saya selalu benci hal itu. Harus ada struktur dalam sebuah tim, karena itu meningkatkan peluang untuk menang,” kata Til membagikan pandangannya tentang sepak bola.
Pemain kelahiran Zambia ini berpendapat bahwa PSV memiliki pemain-pemain yang secara gaya permainan memanjakan mata dan mengakui bahwa dia bukanlah pemain sepak bola terindah di dunia. “Saya cukup tinggi dan kurus, tapi saya anggap omong kosong jika orang mengatakan saya tidak bagus dalam mengolah bola.”
Banyak hal yang terjadi seputar pemain PSV dan timnas Belanda. Jerdy Schouten mengalami robekan ligamen cruciatum saat melawan FC Utrecht (4-3) dan pasti absen di Piala Dunia. Ronald Koeman sebelumnya sepertinya sudah memberi sinyal bahwa Joey Veerman bukan pilihan pertama jika ada pemain yang mundur karena cedera. Dan Til masuk dalam daftar calon pemain nomor sepuluh dan berpotensi ikut ke Piala Dunia.
“Rasanya menyenangkan ketika nama saya disebut. Tapi jangan sampai terkesan seolah-olah saya masih ingin ikut serta hanya sebagai turis,” kata Til. “Jika hal itu terjadi, semoga karena mereka melihat saya sebagai pemain sepak bola yang bagus, bukan sekadar untuk bersenang-senang. Tentu saja saya akan menganggapnya sebagai kehormatan besar dan akan terus berusaha sekuat tenaga untuk itu,” tutup sang juara tiga kali Belanda.





