Pep Guardiola menyebut Liverpool sebagai lawan terberat yang pernah dihadapinya dalam karier sebagai manajer, setelah Manchester City terpeleset pada pekan lalu.
City mengejar titel Liga Primer Inggris ketiga mereka secara beruntun musim ini, tapi kekalahan mengejutkan 3-2 dari Norwich City pada pekan lalu membuat mereka tertinggal lima poin dari Liverpool yang berada di puncak klasemen sementara.
Dan kedua tim memang terlibat dalam persaingan sengit musim lalu. City sukses keluar sebagai juara 2018/19 dengan mengoleksi 98 poin, hanya unggul satu poin dari Liverpool.
Guardiola pun menilai kualitas Liverpool saat ini setara dengan Barcelona musim 2014/15 yang punya komposisi trio Lionel Messi, Luis Suarez dan Neymar.
"Anda harus mengerti apa yang telah kami lakukan di masa lalu tidak bisa menjadi jaminan akan Anda lakukan lagi esok atau sesudahnya," ujar Guardiola jelang lawan Watford, Sabtu (21/9) malam WIB.
"Lawan yang kami hadapi, sudah saya katakan berulang kali, adalah yang terkuat pernah saya hadapi dalam karier sebagai manajer - Liverpool."
"Bukan sekadar ucapan. Saya katakan ketika mereka unggul, saya juga katakan ketika kami unggul, ketika kami menang dan kalah."
"Mereka benar-benar dominan dalam segala hal, posisi permainan, serangan balik, bola mati, transisi, serangan, bertahan dan mentalitas. Anfield sebagai stadion mereka dan banyak lagi."
"Saya tahu betapa sulitnya [menghadapi mereka], baik dulu, sekarang dan yang akan datang."
"Tapi itulah tantangan. Sama halnya dengan bek sentral. Kami katakan, 'Ya, mari cari solusi untuk membuat tim stabil dan bagus'."




