OLEH ERIC NOVEANTO Ikuti di twitter
Guangzhou Evergrande membantah telah sepakat untuk memboyong Pierre-Emerick Aubayemang dari Borussia Dortmund menuju Liga Super Tiongkok (CSL) pada musim panas mendatang.
Awal bulan ini, sejumlah laporan di Tiongkok menyebutkan bahwa kampiun CSL tujuh musim beruntun tersebut memenangi persaingan dengan Beijing Guoan untuk merekrut sang penyerang internasional Gabon dengan mahar fantastis €72 juta.
Sebenarnya kans bagi pasukan Fabio Cannavaro untuk bisa mendatangkan Aubameyang mungkin terwujud, mengingat Guangzhou Evergrande masuk dalam daftar sepuluh besar klub terkaya di dunia versi Soccerex Football Finance.
Namun bantahan dikeluarkan manajemen klub yang sukses meraih trofi Liga Champions Asia edisi 2013 dan 2015 tersebut lantaran adanya peringatan keras dari Federasi Sepakbola Tiongkok (CFA) soal adanya perang harga yang semakin melambung tinggi.
"Kisah Guangzhou Evergrande membeli pemain aktif Bundesliga dengan nilai transfer yang lebih tinggi dari batas maksimal ketentuan regulasi CFA sama sekali tidak berdasar," demikian bunyi rilis resmi pihak Guangzhou Evergrande.
"Klub Bundesliga [Dortmund] ikut membantah rumor transfer kepada media-media Jerman. Guangzhou Evergrande akan terus mematuhi regulasi dari CFA tentang aktivitas transfer pemain."
"Kami tak mengambil langkah untuk melakukan hak menempuh jalur hukum guna menuntut media manapun yang telah menerbitkan cerita tak benar [soal rumor transfer Aubameyang]."
Sejauh ini, pihak Aubameyang belum mengeluarkan komentar resmi terkait dengan memanasnya rumor masa depan sang penyerang berusia 28 tahun.


