Manajer Chelsea Graham Potter enggan mengomentari hukuman yang diberikan Manchester United kepada Cristiano Ronaldo, sehingga megabintang tersebut tidak dimainkan saat menghadapi The Blues, Sabtu (22/10) malam WIB.
Manajemen United memberikan dukungan kepada manajer Erik ten Hag yang menyebutkan sanksi satu laga itu sebagai konsekuensi dari sikap Ronaldo sejak dirinya membesut Setan Merah.
Aksinya meninggalkan bench sebelum pertandingan usai merupakan yang kedua dilakukan Ronaldo. Sang pemain pernah melakukannya ketika United menjalani laga pramusim melawan Rayo Vallecano.
Potter enggan memberikan komentar terkait hal itu. Mantan manajer Brighton & Hove Albion ini hanya menyatakan dukungan manajemen kepada pelatih memang sangat dibutuhkan.
“Saya tidak bisa berkomentar banyak, karena saya tidak tahu seluk beluknya. Tetapi dia (Ten Hag) telah mengambil sikap. terkadang Anda harus melakukan itu, dan kemudian Anda membutuhkan klub untuk mendukung. Dari sudut pandang pihak luar, itulah yang terjadi,” tutur Potter dalam keterangannya kepada wartawan dikutip laman Football London.
“Sulit bagi saya untuk berkomentar, karena saya tidak tahu konteks sebenarnya. Saya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Saya tidak ingin keluar dari situasi utama dan hal-hal seperti itu. Bagian dari pekerjaan adalah mengambil keputusan yang sulit, tetapi itu normal.”
Sejak menangani Chelsea, Potter telah memberikan dampak positif bagi tim di Liga Primer. Dari empat pertandingan, Chelsea meraih tiga kemenangan, dan sekali imbang. Duel melawan United menjadi tantangan tersendiri, mengingat Red Devils telah mengalahkan tiga tim langganan papan atas, seperti Liverpool, Arsenal, dan Tottenham Hotspur.
Potter menyebutkan permainan Chelsea masih belum mendekati yang ia inginkan. Menurut sang manajer, pemain telah mengetahui tantangan yang mereka hadapi sebagai bagian dari skuad.
“Enam pekan adalah waktu yang cukup singkat untuk benar-benar mendapatkan kepribadian saya yang sebenarnya ke dalam sebuah tim. Itu tergantung kepada siapa Anda mendengarkan, dan Anda mengambil pendapat dari itu. Tentu saja kepribadian para pemain saat ini,” tutur Potter.
“Mereka mengerti ada tantangan yang harus dihadapi, dan mereka menerimanya. Mereka brilian, sangat jujur dan bertanggung jawab. Jadi kepribadian adalah mereka semua.”




