Kylian Mbappe disebut pemain luar biasa yang membuat Paris Saint-Germain harus habis-habisan memagari sang bintang.
Dua tahun lalu, pemain yang sekarang berusia 21 itu merupakan remaja pertama sejak Pele yang mencetak gol di final Piala Dunia dan kiprah hebatnya belum berhenti.
Mantan striker timnas Prancis dan Manchester United Louis Saha mengatakan Mbappe sekarang berstatus sebagai pemain paling berharga di muka bumi dan menjadi natural jika klub besar seperti Real Madrid tertarik menggunakan jasanya.
Pada musim 2018/19 Mbappe mengoleksi 33 gol meski hanya bermain di 24 pertandingan dan dia telah mengumpulkan 18 gol dari 17 starter sebelum pandemi virus corona membuat Ligue 1 menghentikan roda kompetisi.
"Masa depannya ada di tangannya sendiri," kata Saha pada Stats Perform News.
"Dia sudah dewasa di usia yang muda. Sangat matang, dia tahu apa yang diinginkan. Dia tidak bersembunyi dan layak mendapat acungan jempol."
"Di usia muda dia sangat cepat. Apapun yang kita lakukan secara normal akan berbeda baginya."
"Saya pikir dia luar biasa yang membuat klub-klub besar bermimpi, dan itu normal. Mbappe adalah pemain paling berharga di bumi."
"Jadi sangat normal baginya untuk bermimpi sesuatu yang tidak bisa dimengerti orang lain."
Mbappe secara natural ingin memaksimalkan bakatnya, entah itu Paris atau di tempat lain dan Saha menyebut tim-tim yang sukses di Liga Champions belakangan ini akan menggoda.
Gosip Real Madrid sudah lama beredar dan Liverpool juga dijagokan menjadi salah satu pelabuhan baru bagi mantan bintang Monaco tersebut.
Saha memahami mengapa gosip seperti itu beredar mengingat Mbappe tinggal menyisakan dua tahun kontrak.
"Dengan penuh rasa hormat, saya pikir pada satu titik, ketika Anda berada di klub seperti PSG yang masih berkembang dan tidak berada di level yang sama dengan Real, Barca atau klub lain seperti Juventus maka rumor itu tidak akan bisa dihindari. Gosip akan terus beredar," imbuhnya.
"Selama Mbappe tidak memperlihatkan isyarat bakal menambah kontrak, rumor akan selalu ada. Dia pemain hebat dan harus menghadapi itu semua."




