OLEH SANDY MARIATNAIkuti di twitter
Gordon Strachan mengakui dirinya hampir mencatatkan hasil terbaik dalam kariernya setelah Skotlandia bermain imbang 2-2 kontra Inggris dalam partai kualifikasi Piala Dunia 2018 yang berlangsung dramatis.
Dua rival sedaerah itu berduel di Hampden Park, Sabtu (10/6), dan laga sengit itu seperti akan berakhir dengan kemenangan bagi tuan rumah ketika Leigh Griffiths membalikkan keadaan lewat sepasang gol tendangan bebas dalam tempo singkat. Akan tetapi, sepakan voli kapten The Three Lions Harry Kane di masa injury time akhirnya membuyarkan tiga poin Skotlandia.
SIMAK JUGA: Skotlandia 2-2 Inggris
Hasil tersebut tentu terasa pahit bagi publik Skotlandia, namun tidak bagi sang manajer. Strachan beralasan, Skotlandia dan Inggris memiliki jurang kualitas yang berbeda sehingga ia tetap berbangga dengan raihan ini.
“Di usia saya yang sudah 60 tahun, jika kami menang, mungkin itu akan menjadi hasil terbaik dalam karier saya,” kata Strachan selepas laga.
“Itu karena kualitas pemain dan standar permainan kedua tim yang sangat berbeda – gap terbesar yang pernah saya lihat. Laga ini seperti duel petinju kelas menengah melawan petinju kelas berat.”
Getty Images"Kredit khusus kepada Griffiths, yang mampu mencetak gol seperti itu. Saya tidak ingat ada pemain lain yang sanggup mencetak gol tendangan bebas dalam dua kesempatan langsung. Dia mampu memimpin lini depan dengan baik,” imbuhnya.
Raihan satu poin ini sayangnya masih membuat Skotlandia berkutat di peringkat empat Grup F, terpaut enam angka dari Inggris di puncak klasemen.
