Pelatih Kalteng Putra Gomes de Oliviera, membeberkan penyebab timnya terdegradasi. Menurutnya, ada sejumlah faktor yang membuat pasukannya tidak mampu bertahan di kompetisi kasta tertinggi sepakbola tanah air musim depan.
Satu di antara yang membuat Kalteng Putra, turun kasta karena hubungan kurang harmonis antara manajemen dengan pemain. Tertunggaknya gaji yang membuat Patrich Wanggai dan kolega tak menampilkan permainan terbaiknya pada beberapa laga.
Konsentrasi skuad Kalteng Putra jadi terpecah permasalahan tersebut. Bahkan, pasukan Laskar Isen Mulang sampai mogok latihan karena haknya belum terbayarkan.
Akan tetapi, kondisi tersebut kini sudah terselesaikan. Manajemen telah membayarkan utang kepada para pemain, sehingga tidak ada lagi mogok latihan yang mereka lakukan.
"Jujur, pemain tampil baik tak mengecewakan, tapi kurang bekerja sama dengan manajemen. Banyak faktor lain juga, berapa kali berhenti latihan itu yang buat tim ini terpuruk. Ada banyak faktor, harusnya bekerja sama buat bertahan," kata Gomes.
"Ke depan harus rapi manajemen, harus terlibat, konsentrasi dan aktif. Ke depan saya belum tahu [masa depan]. Saya selesaikan tugas saya dahulu. Ini saya lakukan sungguh-sungguh ikhlas sampai terakhir lawan Persija Jakarta nanti [22 Desember]," Gomes menambahkan.
Selain Kalteng, ada Semen Padang dan Perseru Badak Lampung FC yang turun kasta. Mereka diganti oleh tiga tim yang promosi pada musim depan yakni Persita Tangerang, Persiraja Banda Aceh, dan Persik Kediri.
"Liga 1 musim ini tak seperti musim lalu. Kali ini lebih cepat ketahuan juara dan degradasi, terlalu cepat tak seperti tahun lalu sampai akhir tahun baru ketahuan hasilnya," ujarnya.
