Menjadi yang terbaik dengan memenangi seluruh pertandingan adalah cara paling mulia untuk menjuarai sebuah kompetisi. Dalam sepakbola yang serba tak pasti, tentu saja sangat sulit untuk mewujudkan rekor 100 persen tersebut. Sebuah tim super sekalipun bisa terpeleset sewaktu-waktu.
Di Piala Dunia, situasinya setali tiga uang. Sepanjang sejarah penyelenggaraannya, Piala Dunia sudah melahirkan 20 tim terbaik, namun hanya empat tim yang layak menyandang embel-embel “juara sejati” alias mereka yang mampu menyapu bersih seluruh laga sebelum dimahkotai trofi.
Uruguay memulai torehan itu pertama kali, yang menariknya terjadi di rumah sendiri dalam inaugurasi Piala Dunia pada 1930 silam. Status sebagai tuan rumah memuluskan Le Celeste untuk melenggang sempurna dari babak grup hingga mengalahkan Argentina 4-2 di final. Waktu itu Piala Dunia hanya diikuti sedikit kontestan sehingga Uruguay hanya perlu memenangi empat pertandingan sebelum menjadi kampiun.
GettyDelapan tahun kemudian, Italia mengulangi pencapaian Uruguay. Italia juga mampu memenangi empat pertandingan yang tersedia di Piala Dunia 1938 Prancis untuk mempertahankan titel juara dunia. Italia kembali mengangkat trofi Jules Rimet setelah melibas Hongaria 4-2 di partai puncak dan trofi itu terus mereka simpan sampai 1950 akibat berkecamuknya Perang Dunia II.
Pada 1970, giliran Brasil besutan Mario Zagallo yang mengukir pencapaian manis itu. Brasil era ini disebut-sebut sebagai tim Brasil terbaik sepanjang masa dengan diperkuat Pele, Tostao, Jairzinho, Gerson, Rivelino, hingga Carlos Alberto. Selecao tak terhentikan di Meksiko, memenangi seluruh pertandingan sembari mencetak 19 gol, termasuk menggelontorkan empat gol ke gawang Italia di partai puncak.
Berselang 32 tahun kemudian, Brasil untuk kedua kalinya mencatatkan raihan spesial ini di Piala Dunia 2002. Diinspirasi Ronaldo, mereka sukses menyapu bersih tujuh partai di Jepang dan Korea Selatan untuk mencaplok titel Piala Dunia kelima.
Menarik dinanti apakah rute sempurna menuju juara dunia seperti yang telah ditempuh kuartet tim di atas mampu diulangi oleh tim pemenang Piala Dunia 2018.
| URUGUAY 1930 | ITALIA 1938 | ||
![]() | ![]() | ||
| Fase Grup: | 1-0 vs Peru | 16 Besar: | 2-1 vs Norwegia |
| Fase Grup: | 4-0 vs Rumania | Perempat-Final: | 3-1 vs Prancis |
| Semi-Final: | 6-1 vs Yugoslavia | Semi-Final: | 2-1 vs Brasil |
| Final: | 4-2 vs Argentina | Final: | 4-2 vs Hongaria |
| BRASIL 1970 | BRASIL 2002 | ||
![]() | ![]() | ||
| Fase Grup: | 4-1 vs Ceko | Fase Grup: | 2-1 vs Turki |
| Fase Grup: | 1-0 vs Inggris | Fase Grup: | 4-0 vs Tiongkok |
| Fase Griup: | 3-2 vs Rumania | Fase Grup: | 5-2 vs Kosta Rika |
| Perempat-Final: | 4-2 vs Peru | 16 Besar: | 2-0 vs Belgia |
| Semi-Final: | 3-1 vs Uruguay | Perempat-Final: | 2-1 vs Inggris |
| Final: | 4-1 vs Italia | Semi-Final: | 1-0 vs Turki |
| Final: | 2-0 vs Jerman | ||
GoalPedia Piala Dunia adalah artikel berseri dari Goal Indonesia tentang fakta-fakta menarik dalam sejarah Piala Dunia yang diterbitkan sejak H-30 sampai kick-off Piala Dunia 2018. Simak daftar lengkapnya di sini!




