OLEH MUHAMAD RAIS ADNAN
Pada awal musim Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016, belum ada yang begitu mengenal Muhammad Rezaldi Hehanussa. Melakoni debutnya bersama tim Macan Kemayoran di laga pertama ISC A melawan Persipura Jayapura, nama pemain berdarah Maluku berparas Indo ini mulai diperbincangkan.
Tapi awalnya, perbincangan mengenai pemain yang akrab disapa Bule itu bisa dibilang cukup negatif. Pasalnya, lantaran tindakan gegabahnya pada laga debutnya itu membuat Persija takluk dari Persipura dengan skor tipis 1-0.
Tapi secara perlahan, Bule bangkit. Dia terus menunjukkan progres yang positif, hingga akhirnya dilirik pelatih timnas Indonesia, Luis Milla Aspas.
Namun cobaan kembali datang. Itu ketika dia mendapatkan panggilan mengikuti training centre (TC/pemusatan latihan) timnas Indonesia pada 7-10 Mei 2017. Tapi saat itu, manajemen Persija menyebutkan pemain muda andalannya itu mengalami cedera usai tampil lawan Madura United, 4 Mei 2017. Sehingga tak bisa memenuhi panggilan tersebut.
Tapi ternyata, Rezaldi dimainkan secara penuh oleh tim Macan Kemayoran dalam pertandingan Liga 1 melawan Persela Lamongan pada 10 Mei 2017. Hal itu membuatnya harus mendapatkan sanksi larangan bermain dalam dua pertandingan di Liga 1, serta denda sebesar Rp20 juta dari Komisi Disiplin PSSI.
"Rezaldi terbukti tidak hadir pada panggilan seleksi tim nasional dengan alasan sakit tetapi bermain untuk Persija Jakarta pada kompetisi Liga 1," tulis pernyataan Komdis PSSI, ketika itu.
Tak ayal, hal itu membuat Bule dihujat oleh kebanyakan pencinta sepakbola Indonesia lantaran dianggap tak punya jiwa nasionalisme. Namun seiring waktu berjalan, mental baja kembali ditunjukkan pemain kelahiran, Jakarta, 7 November 1995 itu.
Dia mampu membalikkan hujatan itu menjadi pujian. Bermain dalam 20 pertandingan di liga 1 2017, dia mampu mengemas satu gol dan tiga assist. Dia pun terpilih menjadi pemain muda terbaik Liga 1 2017. Prestasi demi prestasi terus diraihnya bersama tim ibu kota, yang tak lepas dari kerja kerasnya dalam berlatih.
“Saya memang selalu menambah porsi latihan sendiri Setelah subuh saya selalu rutin latihan joging. Setelah istirahat selama setengah jam dan sarapan roti, dilanjutkan latihan resmi," ucap Rezaldi.
Goal / Abi YazidBerhasil membawa Persija finis di posisi keempat klasemen akhir Liga 1 2017, juara turnamen Boost Sportsfix Super Cup 2018 dan Piala Presiden 2018, adalah rangkaian prestasi yang telah diukirnya. Bule juga kembali terpilih sebagai pemain muda terbaik Piala Presiden 2018.
Sedikit mengenang, Bule mengungkapkan pertandingan yang paling berkesan untuknya pada 2017 lalu. "Pertandingan berkesan buat saya pertandingan pas melawan Bhayangkara FC di laga penutup Liga 1 2017. Pertandingan itu sangat berharga melawan klub yang memang sudah juara dan kami bisa mengalahkannya walaupun di situ kami bermain dengan sepuluh pemain. Selain itu, kemenangan tersebut membuat kami naik ke peringkat keempat," ujarnya.
Kini, dia pun terus mendapatkan tempat di posisi bek kiri timnas Indonesia. Tipe permainannya yang mencirikan sebagai bek sayap modern, membuatnya terus memikat pelatih Luis Milla. Bersama timnas Indonesia U-23, dia berhasil mempersembahkan medali perunggu di SEA Games 2017. Pada tahun ini, dengan tim yang sama, dia diharapkan bisa membawa skuat Garuda Muda berprestasi tinggi di Asian Games 2018.
"Dia layak masuk timnas," puji Milla, terhadap Bule.
Goal / Abi Yazid

