OLEH HAMZAH ARFAH
Tidak hanya merangkum para pemain yang masih eksis berkarier, namun dalam daftar 25 pemain terbaik 2017 versi Goal Indonesia juga terselip mantan pemain dan kapten Persela Lamongan, Choirul Huda.
Huda memang sudah berpulang, usai berbenturan dengan rekan satu timnya saat memperkuat Persela menjamu Semen Padang, dalam pentas Liga 1 2017 di Stadion Surajaya, 15 Oktober 2017.
Imbas benturan yang dialami, pemain asli Lamongan kelahiran 2 Juni 1979 tersebut harus mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soegiri Lamongan, dalam usia 38 tahun. Almarhum divonis tim medis meninggal dunia, usai mengalami benturan kuat pada bagian kepala dan leher.
Meski demikian, masih banyak yang belum bisa melupakan sosok pemain yang biasa bermain sebagai penjaga gawang tersebut, terutama para fans dari Persela. Karena selama meniti karier profesional di dunia sepakbola, Huda hanya tercatat memperkuat tim Laskar Joko Tingkir, dari mulai rentang 1999 hingga dirinya meninggal tahun lalu, dengan mencatat 503 caps.
Atas kesetiaan dan loyalitas yang ditunjukkan, banyak di antara suporter Persela yang tak segan menyebut, bila Huda cukup pantas menyandang gelar legenda. Salah satunya adalah, Arif Setiawan (38) yang mengaku sebagai fans setia tim Laskar Joko Tingkir.
"Tidak banyak pemain yang hanya bermain dalam satu klub selama kariernya, tapi almarhum sudah membuktikannya, bahkan sampai nafas terakhir! Apa itu tidak layak disebut legenda?" ujar Arif.
"Selamat jalan kapten, semoga semua amal ibadahnya dapat diterima oleh Allah SWT. Saya dan para suporter Persela lain pasti bangga memiliki sosok seperti itu, kami akan selalu mengenangmu. Sebagai suporter Persela, saya bangga Persela pernah punya sosok kapten asli Lamongan, berkualitas, dan tidak neko-neko," lanjutnya.
Selain tidak neko-neko (tidak banyak tingkah), semasa hidupnya Huda memang dikenal sebagai sosok yang sederhana. Ia pun sempat menolak julukan legenda, karena menganggap banyak pemain Persela lain yang lebih pantas ketimbang dirinya.
"Saya hanya pemain biasa, penjaga gawang biasa, main juga biasa-biasa saja, jadi sepertinya belum pentas menyandang gelar legenda. Masih banyak pemain Persela lain, yang saya kira lebih pantas menyandang gelar itu," tutur almarhum Huda sewaktu masih hidup, saat ditanya mengenai kepantasan dirinya dianggap sebagai legenda oleh para suporter Persela.
Namun diakui atau tidak, insiden yang membuat Huda hingga mengembuskan nafas terakhir, rupanya menyedot perhatian tersendiri. Tidak hanya insan sepakbola dalam negeri, tapi juga publik dunia.
Mulai dari FIFA, perangkat La Liga Spanyol, penjaga gawang Arsenal Petr Cech, gelandang Manchester United Paul Pogba, hingga para artis Tanah Air turut mengucapkan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya Huda.
Lebih dari itu, bagi para pemain Persela, khususnya para pemain muda, Huda dianggap sebagai figur panutan, yang bisa mengayomi para pemain muda dalam meniti karier. Itu lantaran dirinya tak pelit dalam membagi ilmu dan pengalaman yang dimiliki.
"Almarhum Cak Huda is the best. Saya banyak berutang budi kepada almarhum, karena semasa masih hidup Cak Huda selalu kasih semangat saya sebelum bertanding, lebih-lebih saat saya mengalami cedera lumayan parah kemarin (musim 2017)," kata salah satu penggawa muda Persela, Muhammad Fahmi Al Ayyubi.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ahmad Birrul Walidain, yang sempat dipercaya Aji Santoso menjabat sebagai kapten tim Persela di Piala Presiden 2018. Menurut Birrul, almarhum Huda adalah panutan bagi dirinya, bila nanti kembali dipercaya mengemban ban kapten Persela dalam kompetisi.
"Sebagai kapten tim, almarhum Cak Huda memang selalu memotivasi kami (pemain Persela yang lain), baik sebelum pertandingan maupun saat latihan. Almarhum Cak Huda juga tidak segan memberikan pujian, bila kami bermain bagus dalam sebuah pertandingan," ujar Birrul.
Untuk menghormati kontribusi yang telah diberikan kepada Persela selama masa kariernya, manajemen dan pengurus Persela mulai Liga 1 musim ini, resmi ‘mempensiunkan’ nomor punggung 1 yang biasa dikenakan oleh Huda. Selain itu, salah satu lapangan tempat latihan yang berada di Sukolilo, Lamongan, saat ini diberi nama lapangan Choirul Huda.(gk-43)
