OLEH FARABI FIRDAUSY
Hansamu Yama Pranata menjaga konsistensinya sepanjang tahun 2017. Bersama Barito Putera, Yama jelas menjadi pilihan utama pelatih Jacksen F Tiago jika dalam kondisi terbaik, hal itu juga berlaku di timnas Indonesia garapan Luis Milla.
Dengan usia yang baru 23 tahun, Yama sudah memiliki pengalaman di level internasional yang cukup bagus. Ia membela timnas Indonesia pada Piala AFF 2016, juga timnas U-22 pada SEA Games 2017 kemarin.
Sosok Yama yang dianggap bagus sebagai wakil para pemain di lapangan dan di luar lapangan, membuat Milla akhirnya menyerahkan ban kapten kepadanya. Tak jarang ban kapten Barito pun melekat padanya.
"Untuk menjadi seorang kapten, seorang pemain harus dapat menjadi contoh bagi rekan-rekan setimnya. Pemain tersebut tidak hanya mengenakan sebuah tanda di lengan kirinya," beber Milla, Februari 2017.
"Hansamu Yama adalah pemain yang berpengalaman dan pernah bermain bersama tim nasional senior. Saya ingin mengenalnya lebih dekat," sambung mantan penggawa Barcelona dan Real Madrid itu.
Sayang, tanda kapten di lengan Yama harus tercoreng pada SEA Games di Kuala Lumpur tahun lalu. Pemain belakang asal Mojokerto itu terlibat intrik di lapangan ketika Garuda Muda kontra Kamboja. Yama diganjar kartu kuning dan harus absen pada laga penting selanjutnya.
Dengan dewasa, Yama pun coba menjelaskan perkara tersebut lewat akun Instagram pribadinya. Ia mengaku salah dan bersalah telah membuat masyarakat Indonesia kecewa dengan sikapnya yang mungkin terlihat agak keras di depan wasit.
"Terkait dengan kartu kuning yang saya dapatkan tadi, saya mau mengonfirmasi bahwa saya sama sekali tidak terpancing emosi. Saya tidak emosi sama sekali, saya seperti biasa sebagai kapten tim berhak membela pasukan saya di lapangan dan maju paling depan untuk mereka," tulisnya.
"Saya tadi hanya berniat untuk memisah pemain yang ikut keributan tadi, sebagaimana yang Anda lihat di pertandingan sebelumnya. Saya tidak ada berkata kasar kepada lawan ataupun tindakan lainnya. Saya hanya mendorong pemain lawan dan berniat untuk menyelesaikan keributan tersebut, namun wasit berkata lain, lalu wasit memberi kartu kuning kepada saya."
Sepanjang karier seniornya, Yama jadi pemain yang sangat mudah dibenci namun mampu bangkit dan menjadi sosok yang sangat dielu-elukan. Hal itu teringat jelas ketika dirinya jadi aktor cedera Irfan Bachdim -- yang akhirnya absen pada Piala AFF 2016.
Karena tekel Yama, Irfan harus kembali mengucapkan selamat tinggal pada kesempatan bermain di Piala AFF. Yama dikritik, namun seiring waktu berjalan ia mampu mencuri tempat utama di timnas Indonesia arahan Alfred Riedl, menjadi tandem duet Fachruddin Wahyudi. Istimewanya, ia pun mencatatkan gol ke gawang Vietnam.
Saat partai internasional menjamu Guyana, November tahun lalu, Yama untuk pertama kali dipercaya menggunakan ban kapten timnas senior. Indonesia kala itu menang tipis atas Guyana, 2-1, di Stadion Patriot Candrabhaga.
"Merupakan suatu kebanggan bagi saya, kemarin merupakan pertandingan pertama saya menjabat sebagai kapten di timnas senior dan akan menjadi sejarah di dalam karier sepakbola saya," kata Yama saat itu.
