Goal25 17 Febri HaryadiGoal Indonesia

GOAL 25 2017: #17 Febri Hariyadi


OLEH    PANDU PERSADA Ikuti di twitter

Tahun 2017 terasa asam manis bagi winger bertalenta besar, Febri Hariyadi. Febri yang akrab disapa Bow ini memperoleh pengalaman tertinggi seorang pesepakbola profesional namun di saat yang sama, separuh hatinya terluka.

Suatu hari di tahun 2015, seorang remaja dari tim Diklat langsung tampil memikat. Tubuhnya masih kurus dan wajahnya kusam, namun siapa menyangka, beberapa kali ia mampu mengelabui kawalan full-back Persib Bandung, Dias Angga Putra di dalam laga uji coba.

Laga itu sendiri berakhir dengan skor 3-1 bagi keunggulan Sang Senior. Meski begitu, Bow yang mencetak satu gol bagi tim Diklat Persib mendapat sanjungan banyak pasang mata.

Itulah tapak awal yang membuat Bow mampu menembus tim senior, Persib Bandung. Bakat pemain kelahiran Bandung 19 Februari 1996 ini pertama kali tercium oleh Jaino Matos, yang saat itu menukangi tim Diklat Persib. 

"Waktu di UNI, saya main di Liga Nusantara. Setelah itu, saya dapat panggilan dari Jaino [Matos] yang jadi pelatih Diklat Persib buat gabung dengan timnya," ujar Bow.

Perlahan namun pasti, perkembangan penampilan Bow kian berpengaruh di tubuh tim senior. Namun Bow tetaplah Bow. Ia selalu bergairah ketika menginjak tanah lapangan baik itu saat di sesi latihan atau pertandingan. 

Yang berbeda, lari Bow di pinggir lapangan kian kencang, skill dalam penguasaan bola makin sulit dicuri begitu saja. Kalau pun lawan harus menjatuhkannya secara paksa, Bow akan segera kembali berdiri di atas kedua telapak kakinya.

Penampilan gemilang Bow di Piala Presiden 2017 menjadi tonggak bagi Bow dalam mewujudkan salah satu cita-citanya. Hasratnya berkostum tim nasional Indonesia di ajang SEA Games pun terkabul setelah pelatih kepala tim nasional Indonesia U-23, Luis Milla Aspas memanggilnya. 

Debut Bow di Timnas akhirnya terjadi pada 21 Maret 2018 ketika menghadapi Myanmar pada laga persahabatan internasional. Air mata menitik ke kedua pipinya saat menyanyikan Lagu Indonesia Raya.

Namun, hasil akhir terasa pahit karena pertandingan berakhir dengan kekalahan 1-3 untuk Indonesia dan Bow mengakui laga itu sama beratnya dengan laga debutnya bagi Maung Bandung dulu.

"Sama-sama berat sih, namanya juga debut pertama sekelas Timnas untuk kancah international dan di Persib dengan nama besar dan Bobotohnya. Tapi saya berpikir positif dengan menikmati (pertandingan) dan berusaha lewati debut dengan baik," terangnya.

Di samping pencapaian membanggakan Bow bersama Timnas, ternyata ada setumpuk pekerjaan pemain bernomor punggung 13 ini di klub. Penampilan Bow untuk tim Maung Bandung tak cukup memperbaiki posisi tim yang pada akhirnya harus menempati posisi ke-13. Sebuah posisi yang jauh dari bayangan semua orang, termasuk dirinya.

Selama membela Persib di kompetisi Liga 1 2017, Bow mengumpulkan 1.822 menit dari 21 kali penampilan, unggul dari pesaing terdekatnya di kalangan peman U-23, Henhen Herdiana (1701 menit) dan Gian Zola Nasrulloh (627) menit.

"Saya masih jauh dari kata prestasi. Masih banyak mimpi saya yang belum tercapai, ingin juara liga bersama Persib, bisa memberikan prestasi juga untuk timnas. Itu mimpi-mimpi besar saya yang belum tercapai," tutup Bow. (gk-68)

Pencapaian dalam hidup dimulai dari satu langkah. Untuk menjadi yang terbaik dibutuhkan kerja keras, ketekunan, dan sikap tanggung jawab yang besar. Tahun 2018 merupakan tahun penting bagi sepakbola Indonesia dengan target tinggi pada berbagai ajang besar. Ini saatnya mewujudkan mimpi besar itu bersama CLEAR. Ayo, Indonesia bisa! #AyoIndonesiaBisa #PakaiKepalaDingin #CLEAR #BebasKetombe

Iklan