Goal25 4 Boaz SolossaGoal/Istimewa

GOAL 25 2017: #4 Boaz Solossa


OLEH   DONNY AFRONI

“Sudah sulit sekali memang punya pemain seperti Boaz [Solossa]. Dia bermain dengan hati, bukan kejar uang semata. Kesetiaan seperti Boaz jadi barang yang mahal saat ini.” Demikian pernyataan ketua umum Persipura Jayapura Benhur Tomi Mano menyikapi kepindahan sejumlah pemain Persipura Jayapura menjelang bergulirnya Liga 1 2018.

Sejumlah pemain meninggalkan Persipura akibat kendala finansial yang dialami klub selepas Liga 1 2017. Kondisi itu juga membuat Persipura tidak ambil bagian di turnamen pramusim Piala Presiden 2018. Sekalipun Persipura mengalami kendala finansial, Boaz tetap memilih klub tersebut sebagai kelanjutan karirnya.

Ya, Boaz identik dengan Persipura. Sekalipun melanglang buana ke klub lain, Boaz hanya melakukannya di turnamen pramusim yang tak diikuti Persipura. Namun ketika kompetisi resmi digelar, Boaz akan tetap kembali ke pangkuan Mutiara Hitam .

Boaz Solossa - Persipura Jayapura & Madura United Pekan Kesepuluh

Pemain berusia 31 tahun ini pun sudah dianggap sebagai legenda hidup Persipura. Boaz tidak hanya menjadi mesin gol bagi Persipura, tapi juga mentor untuk sejumlah pemain muda di klub tersebut.

Pujian kepada ayah lima anak itu tidak hanya diberikan penggawa Persipura, melainkan juga pemain dari klub lain, mulai dari winger Borneo FC yang kini bermain di klub Thailand Port FC, Terens Puhiri, kala dipanggil mengikuti pemusatan latihan (TC) timnas Indonesia U-22 Maret lalu, maupun Hilton Moreira yang sedang mengadu nasib di Persipura.

“Saya meminta petuah dari kakak Boaz. Dia memberikan motivasi dan semangat untuk saya. Saya juga diminta tunjukkan yang terbaik diseleksi,” kata Terens.

“Menurut saya pemain terbaik Indonesia adalah Boaz Solossa. Dulu saat saya menjadi lawannya, saya selalu bilang: 'Ingin bermain bersama kamu [Boaz]',” ungkap Hilton.

Sepanjang Liga 1 lalu, Boaz hanya mencatatkan sepuluh gol dari 27 pertandingan. Setelah sempat menorehkan lima gol hingga 3 Juli, Boaz mengalami paceklik selama tiga bulan. Kering gol itu berakhir ketika ia menjebol gawang Persela pada 6 Oktober. Bahkan Boaz pun mencetak hat-trick kala menggasak Persija Jakarta 3-0.

Boaz Solossa - Persipura Jayapura

“Ini bukti Boaz belum habis, jadi pendapat publik yang menganggap dia sudah habis, salah besar. Boaz adalah pemain besar, dan dia selalu bertanggung jawab di setiap pertandingan,” tegas pelatih Wanderley Junior mengenai pemain kelahiran Sorong ini setelah menghentikan paceklik.

Sepanjang musim 2017, Boaz memang tidak terlalu banyak berperan sebagai striker murni, karena ia sering ditempatkan menjadi penyerang lubang, maupun pengatur permainan. Walau torehan golnya tidak sebanyak musim-musim sebelum, Boaz tampil sebagai pemberi umpan gol terbanyak dengan catatan 14 assists.

Boaz akan kembali menjadi tumpuan Persipura di musim 2018. Hengkangnya sejumlah pilar membuat tugas Boaz akan bertambah, karena ia bakal menjadi mentor bagi pemain muda baru yang kini sedang menjalani seleksi.

Pencapaian dalam hidup dimulai dari satu langkah. Untuk menjadi yang terbaik dibutuhkan kerja keras, ketekunan, dan sikap tanggung jawab yang besar. Tahun 2018 merupakan tahun penting bagi sepakbola Indonesia dengan target tinggi pada berbagai ajang besar. Ini saatnya mewujudkan mimpi besar itu bersama CLEAR. Ayo, Indonesia bisa! #AyoIndonesiaBisa #PakaiKepalaDingin #CLEAR #BebasKetombe
Iklan