OLEH FARABI FIRDAUSY
Kegemilangan Persija Jakarta sepanjang tahun 2017 tak lepas dari sosok penjaga gawang Andritany Ardhiyasa. Kiper bernomor punggung 26 itu membuat Persija hanya kebobolan 24 gol pada Liga 1 musim lalu, dan membantu tim ibu kota kembali ke pentas Asia.
Peran vital Andritany di bawah mistar Persija benar-benar tak bisa dikesampingkan, dirinya bahkan tercatat sebagai kiper dengan penyelamatan terbanyak kedua, setelah penjaga gawang milik Borneo FC Ridho Djazulie. 14 cleansheet ditorehkan olehnya untuk Persija.
Stefano Cugurra, pelatih Persija, tak bisa menampik bahwa Andritany kerap mencegah timnya jadi lumbung gol. "Saya bisa bilang kalau tim kami punya pertahanan yang bagus di liga, tapi Persija juga punya kiper nomor satu di liga," ucap Teco, sapaan akrab Stefano.
Pamor Andritany makin melejit tahun lalu seiring menghilangnya sosok Kurnia Meiga yang digelayuti cedera misterius. Sarung tangan timnas Indonesia kini menjadi milik pria kelahiran 26 Desember 1991 itu, setelah beberapa tahun di bawah bayang-bayang Meiga.
Bagol, sebagaimana Andritany akrab dipanggil, sejatinya bersahabat dengan Meiga sejak lama, ketika sama-sama menimba ilmu di Diklat Ragunan. "Saya sangat berharap dia cepat sehat. Karena bukan hanya Arema yang membutuhkan dia, tapi Indonesia membutuhkan dia," harap Bagol soal Meiga.
Disiplin dan mencoba untuk selalu profesional merupakan karakter dari Andritany, kesetiaannya kepada Persija membuat dirinya jadi salah satu sosok yang dihormati pemain lain, seperti layaknya striker Bambang Pamungkas atau pun kapten tim Ismed Sofyan.
"Ketika pemusatan latihan timnas ada pemain yang dia [Andritany] tegur karena tidak pakai seragam. Dia jadi salah satu pemain yang bisa jadi contoh karena disiplin dalam segala hal, rapi," ungkap salah satu sumber soal sosok pemain yang pernah dipinjamkan ke Sriwijaya FC tersetut.
Sosoknya dingin dan tak banyak bicara kepada media, bahkan cenderung memilih untuk diam dan hanya bicara di beberapa kesempatan. Gairahnya dalam mengawal kehormatan Persija tak perlu dipertanyakan musim lalu, bahkan sampai ia tak segan bersitegang dengan kakak kandungnya, Indra Kahfi, saat Persija kontra Bhayangkara FC.
Bukan hanya kerabat yang berani melemparkan pujian kepada Andritany, gelandang Persib Bandung -- rival abadi Persija -- Kim Kurniawan dan manajer Umuh Muchtar merupakan segelintir pihak yang mengakui bahwa Andritany kerap jadi malaikat untuk Persija, termasuk saat Macan Kemayoran menahan imbang Persib, 1-1, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
“Kami semua kecewa, seharusnya kami menang. Andritany luar biasa. Bola seharusnya masuk, tapi masih bisa diambil [ditepis],” ucap Kim.
“Ini kejayaannya Andritany malam ini. Ia bermain luar biasa. Tapi kami sebenarnya sudah bermain ‘gila’, tapi hasilnya tak sesuai. Kami kurang beruntung,” puji Umuh.
Pencapaian dalam hidup dimulai dari satu langkah. Untuk menjadi yang terbaik dibutuhkan kerja keras, ketekunan, dan sikap tanggung jawab yang besar. Tahun 2018 merupakan tahun penting bagi sepakbola Indonesia dengan target tinggi pada berbagai ajang besar. Ini saatnya mewujudkan mimpi besar itu bersama CLEAR. Ayo, Indonesia bisa! #AyoIndonesiaBisa #PakaiKepalaDingin #CLEAR #BebasKetombe

